Management Time

Berikut beberapa kelompok orang yang termasuk dalam time management:
• Orang yang telah sukses
Cobalah anda melihat beberapaorang yang telah sukses disekitar anda, apakah mereka banyak meluangkan waktu untuk bersenang-senang dan melakukan hal yang tidak begitu penting?
Yang mereka lakukan adalah bagaimana mengatur semua kegiatan sebaikmungkin dan meminimakan waktu yang dianggap tidak penting. Sukses yang mereka dapatkan saat ini bukanlah karena mereka mendapatkannya secara instan namun mereka mendapatkannya dengan jerih payah dan tidak akan membuang waktu begitu saja tanpa hasil.
Orang yang telah sukses akan melakukan beberapa hal dibawah ini:
 Mengatur kegiatannya dengan efektif dan efisien
 Pengendalian waktu yang terencana
 Meluangkan waktu luang untuk istirahan dan belajar
 Memiliki etos kerja yang bagus
 Memiliki jiwa yang tegas dan lebih tenang
• Orang awam yang sibuk
Orang yang sibuk belum tentu mereka menghasilkan sesuatu yang berguna bagi dirinya maupun orang lain. Kesibukan mereka kadang hanya digunakan untuk hal yang tidak penting bahkan mereka sering melakukan pelanggaran terhadap apa yang seharusnya mereka patuhi. Banyak waktu yang mereka habiskan untuk mengerjakan tugas tapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Orang awam yang sibuk mereka akan melakukan beberapa hal dibawa ini:
 Sering melanggar jadwal kerjanya
 Waktu yang mengendalikan mereka
 Sibuk namun tidak membuahkan hasil yang maksimal
 Kehidupan dalam rutinitas harian
• Orang rugi yang menyiakan waktunya
Kelompok berikutnya dalam time management adalah orang yang membuang waktunya tanpa kegiatan apapun. Mereka sering disebut pemalas yang hanya berangan-angan ingin membagun sesuatu. Waktu yang terbuang sia-sia dan tanpa hasil, itulah orang yang jauh dari sukses.
Orang rugi yang menyiakan waktu mereka biasanya sering melakukan beberapa hal dibawah ini:
 Tidak memiliki jadwal yang jelas
 Sibuk tanpa adanya prioritas
 Membuang waktu dengan percuma
 Hidup tanpa perencanaan untuk sekarang,esok dan masa depan
 Sering mengeluh dan menyalahkan orang lain
Membangun Time Management
• To do list
Menguasai semua rencana yang harus anda kerjakan
Mencakup semua pekerjaan atau tugas saat ini dan tugas yang harus diselesaikan segera.
• Don’t afraid to say NO
Jangan takut menolak dan mengatakan tidak terhadap tugas yang dirasa tidak mampu anda kerjakan. Pekerjaan yang tidak bisa anda lakukan justru membuat anda semakin stress dan tidak berhasil.
• SMART ( Specific, Measureable, Achievable, Reasonable, Timeline)
Merencanakan tugas atau pekerjaan yang paling sulit pada awal minggu agar saat akhir pekan anda lebih santai.
• Merencanakan dan mengatur prioritas
Belajarlah untuk mengatur dan merencanakan secara efektif dan efisisen semua prioritas anda. Letakkan tugas utama pada daftar pertama.
• Membagi tugas besar dalam beberapa tugas
Membagi tugas menjadi bagian yang lebih kecil untuk meringankan penyelesaian tugas yang lebih besar
Semua aktivitas bisa terselesaikan dengan cepat dan maksimal serta memuaskan
• Hindarilah menunda pekerjaan
Menunda pekerjaan membuat pekerjaan semakin menumpuk dan meningkatkan stress
Kerjakan pekerjaan yang ada dengan segera agar tidak terjadi kekeliruan
• Mengatur waktu untuk kegiatan tak terduga
Revisi ulang semua kegiatan untuk menentukan kegiatan tak terduga dari kegiatan sehari-hari
Dalam manajemen waktu hanya ada 3 langkah yaitu:
• Menentukan target yang jelas dan terprogram
• Penyusunan rencana dengan baik step by step
• Memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan

PT Ultrajaya

Sejarah PT Ultrajaya


PT. Ultrajaya Milk Industry and Trading Company merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi minuman yang bermarkas di Padalarang, Kab. Bandung, Indonesia. Beralamat di Jln. Raya Cimareme 131, Padalarang, Kab. Bandung. Perusahaan ini awalnya merupakan industri rumah tangga yang didirikan pada tahun 1958, kemudian menjadi suatu entitas perseroan terbatas pada tahun 1971. Perusahaan ini merupakan pioner di bidang industri minuman dalam kemasan di Indonesia, dan sekarang memiliki mesin pemroses minuman tercanggih se-Asia Tenggara.
Pada awalnya perusahaan yg berawal dari sebuah rumah di Jln. Tamblong Dalam, Bandung, ini hanya memproduksi susu. Namun seiring perkembangannya, dia juga memproduksi juice dalam kemasan bermerek Buavita dan Gogo serta memproduksi Teh Kotak, Sari Asem Asli dan Sari Kacang Ijo. Sejak tahun 2008 merek Buavita dan Gogo dibeli oleh PT. Unilever Indonesia Tbk. sehingga PT. Ultrajaya Milk Industry Tbk. bisa kembali ke bisnis utamanya, yaitu produksi susu. Perusahaan yang didirikan oleh Ahmad Prawirawidjaja ini, seorang pengusaha Tionghoa yg sudah bermukim di Bandung, sekarang dikomandani oleh generasi kedua, yaitu Sabana Prawirawidjaja, dan siap-siap diteruskan kepada generasi ketiga, Samudera Prawirawidjaja.
PT. Ultrajaya Milk Industry Tbk. menggunakan sistem komputerisasi yang sudah terintegrasi, yaitu SAP, sejak tahun 2002. Bahkan perusahaan ini merupakan salah satu rujukan implementor SAP yang dinilai cukup sukses di dalam mengadopsi hampir semua modul SAP.

Klasifikasi Industri

Berdasarkan tahapan produksi: Industri Hilir= karena pegolahaannya dari susu sapi perah dari susu perasan hewan sapi diolah menjadi susu kemasan
Berdasarkan hasil produksi: Industri Berat=  Penggunaan teknologinya sudah memadai
Berdasarkan tenaga kerja: Industri besar= Jumlah tenaga kerjanya sudah banyak dan pemansarannya sudah luas
Berdasarkan lokasi: Industri yang berorientasi pada pengolahan: karena dekat lahan pertanian yang menghasilkan buah, susu segar, dan teh yang berkualitas
Berdasarkan bahan baku: Industri ekstraktif= Karena pengambilannya langsung dari alam
Berdasarkan cara pengorganisasian: Industri besar= mempunyai modal yang besar dan alat teknologi pemrosesan yang bagus

Proses Produksi

Untuk proses produksi  PT. Ultrajaya Milk Industry termasuk dalam proses pruduksi produksi yang dilakukan terus menerus (continuous product). Untuk proses produksi  PT. Ultrajaya Milk Industry termasuk dalam proses pruduksi produksi yang dilakukan terus menerus (continuous product)
Faktor yang mempengaruhi lokasi Pt. Ultrajaya:
Dekat Lahan pertanian yang menghasilkan buah, susu segar, dan teh yang berkualitas.
Pengolahan bahan mentah produk pertanian mempersyaratkan tidak terlalu jauh dari pabrik pengolahan karena sifat produk yang mudah rusak.

Faktor pendorong dibangunnya Pt UltraJaya

Jumlah penduduk yang besar dan potensi konsumsinya terhadap produk yang berkualitas.
Potensi pasar yang luas mengingat membaiknya pendapatan
Berperan dalam memperbaiki kualitas gizi dan kualitas hidup
konsumsi susu yang belum tinggi jika dibanding negara maju
Faktor Penghambat PT Ultrajaya:
Perlu sosialisasi manfaat susu, dikarenakan masih ada asumsi orang Indonesia bahwa minum susu menggemukan badan
Masih butuh dukungan impor bahan baku susu mengingat produksi susu yang rendah  dikarenakan masih sedikitnya peternakan sapi di Indonesia
Produksi susu sapi perah per ekor per hari yang lebih rendah dibanding sapi perah di luar negeri
Dampak
Meningkatkan kesempatan tenaga kerja dalam industri.
Memberikan manfaat ganda dengan menggiatkan industri peternakan, transportasi dan juga industri pengemasan.
Meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Peran Pemerintah

Makin mendorong peran serta masyarakat melakukan usaha berternak sapi perah dan memperbaiki kualitas sapi perah
Memberikan kemudahan dan kesempatan berusaha sehingga menimbulkan industri kecil rumah tangga yang menghasilkan produk kreatif lainnya seperti seperti permen susu, tahu susu, kerupuk susu
Mendorong kegiatan berkoperasi bagi para peternak untuk tergabung dalam koperasi untuk memberikan perlindungan harga dan juga tempat penyimpanan susu secara bersama.


Pengaturan pertandingan

Kondisi Umum Rahasia Pengaturan Pertandingan

Normalisasi dan keterlibatan merupakan dua kharakteristik utama dari rahasia umum korupsi di dan melalui  yang kompleks pengaturan pertandingan di sepakbola ceko direproduksi. Kedua pola keterlibatan dan normalisasi yang dicontohkan dalam keluhan pelatih kepada kaoten musuh dan mengkritik terhadap kinerja wasit membuat refrensi implisit untuk suap. Bahwa peraturan pertandingan adalah endemik dalam budaya sepakbola, bagian dari permainan, bagian dari kompetisi yang tidak terhindarkan.

Normalitas Pengaturan Pertandingan
Korupsi dianggap normal, bermasalah, dan diambil untuk diberikan. Normalitas pengaturan pertandingan ada karena system pyramidal. Kerahasiaan terhadap masyarakat tentang pengaturan pertandingan pada tingkat terendah.kehadiran pengaturan pertandingan sepakbola professional dibenarkan oleh fakta bahwa itu mencerminkan korupsi dalam masyarakat yang lebih luas. Hal ini di ilustrasikan oleh pernyataan yang dibuat oleh mantan presiden asosiasi sepakbola ceko yang menyamoaikan prespektif sering sering disampaikan oleh penjabat olahraga. ‘ hal ini tidak dibenar untuk menggambarkan sepakbola sebagai limbahan dinegri ini, dimana korupsi adalah aturan  bahwa kita  bertemu dimana mana dalam kehidupan sehari hari, kita tidak buruk dari masyarkat sekitarnya” ( ihned.cz,2005). Selain logika pembenaran pyramidal, korupsi dinormalisasi melalui pengaturan peertandungan bersama, keterampilan untuk bagaimana untuk terlibat Dn menyembunyikan memperbaiki pertandingan serta siapa untuk mengatasi.  
Penelitian ini menunjukkan bahwa ada tidak diartikulasikan 'daftar harga' yang menunjukkan biaya untuk memperbaiki permainan di tingkat yang berbeda dan bahwa terdapat kosakata bersama untuk menyembunyikan korupsi. Pengamatan ini setuju dengan literatur ada pada pengaturan pertandingan (misalnya, Bukit 2009a, 2010b).
 Hal ini dicontohkan oleh kesaksian yang diberikan oleh mantan pemain nasional sepak bola Republik Ladislav VĂ­zek dalam sebuah wawancara dengan Republik harian: ' Perlakukan wasit dengan schnitzel bukannya memberinya sosis dan dia tidak akan membuat Anda kehilangan. Di divisi tertinggi, itu bersih, dalam terendah itu adalah hutan purba. '(SAIVER, Krutil, Cirmaciu, 2007). Adanya aturan-aturan implisit diilustrasikan oleh percakapan di mana klub relawan lokal berpendapat bahwa ia ingin mengambil kursus pelatihan untuk wasit: ' Anda tahu, lima ratus (Ceko mahkota, sekitar $ 20) per game untuk memulai dengan, itu adalah kesepakatan yang baik. 'Pengetahuan diam-diam berbagi tentang pengaturan pertandingan tidak hanya melibatkan bahasa dan 'daftar harga' tetapi juga keakraban dengan aktor yang diperbaiki. Sebagai salah satu informan saya berpendapat, ' Tidak semua orang akan pergi untuk itu. Kadang-kadang, Anda akan bahkan akan terkejut yang mengambil . Ada wasit terkenal yang aktif di tingkat tertinggi, tetapi sebagai bagian dari tugasnya, ia kadang-kadang wasit pertandingan di tingkat lokal. Saya telah diberitahu oleh teman-teman saya bahwa sekali ia hanya menempatkan lima ratus crown catatan (sekitar $ 20) di sakunya mengatakan ini harus cukup untuk sarapan.' Adanya cerita ini menguraikan aspek lain dari normalisasi memperbaiki match-: ini adalah salah satu dari banyak cerita yang beredar yang berkontribusi terhadap mitologi korupsi. 
Mitologi pengaturan pertandingan diperkuat baik oleh cerita semi-rahasia dan representasi media skandal pengaturan pertandingan yang didasarkan pada kesaksian yang diberikan secara rahasia oleh pemain sepak bola anonim atau diperkuat oleh karikatur budaya pop dari dunia sepakbola (misalnya Giulianotti, 1999). Ini wahyu semi-spesifik tidak mencegah concealments lebih jauh dan lebih pengaturan pertandingan. Dalam situasi ini, hampir semua orang tahu, mengakui atau setidaknya mencurigai bahwa pengaturan pertandingan yang terjadi, namun pengungkapan kasus-kasus tertentu jarang muncul. Artikulasi ketidakpercayaan adalah ritual dan memainkan peran yang stabil dalam pembangunan kerahasiaan publik, memperkuat dan mempertahankan mitologi masyarakat dan kontur pengaturan pertandingan tanpa harus mengungkapkan aspek nyata rahasia pengaturan pertandingan tertentu. 
Dalam konteks korupsi normalisasi, pengaturan pertandingan dipahami sebagai bagian dari permainan bukan sebagai mengganggu permainan yang, dalam teori, berdasarkan pada prinsip-prinsip fair-play. Hal ini digambarkan dengan catatan lapangan berikut dari pengamatan. Seorang pemain frustrasi dari FC Fixborough duduk di ruang ganti melempar jersey-nya ke lantai. Pelatih tim mengambil keuntungan dari rush pasca-pertandingan, semakin dekat ke kelompok yang lebih kecil dari pemain dan mengatakan: ' Anda tahu apa hal terburuk adalah? Kami pergi ke wasit [ harfiah terjemahan istilah untuk menunjukkan menyuap].' Pemain menjawab: ' Nah, bermain seperti ini, kami hanya pantas jatuh ke liga hutan purba;' dan menambahkan, setengah bercanda: 'Saya tidak mengerti mengapa Anda tidak memperbaiki permainan di musim gugur. Kami tidak akan berjuang untuk degradasi sekarang dan Anda bisa bahkan dijual beberapa pertandingan.’

 Keterlibatan pengaturan pertandingan


 Normalitas digabungkan dengan keterlibatan diperpanjang yang mengikat banyak aktor untuk kompleks pengaturan pertandingan. Untuk berhubungan kembali dengan adegan dari ruang ganti FC Fixborough, jersey bahwa pemain frustrasi melemparkan tidak diperoleh dengan cara standar. Para pemain dari FC Fixborough diberi mereka kaus beberapa tahun oleh FC Corrupthampton. Pada saat itu, hanya kemenangan melawan FC Fixborough bisa menyelamatkan FC Corrupthampton dari degradasi. FC Corrupthampton memenangkan pertandingan, dan set kaus adalah hadiah untuk bantuan FC Fixborough ini. 
Sebagai pemain mantan Fixborough ini ingat: ' Hal paling lucu adalah bahwa mereka bermain sangat sangat dan kami tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan untuk membantu mereka. Mereka memiliki masalah untuk meletakkannya di atas pada pemain muda yang jelas tidak tahu bahwa hal itu tetap. Hal-hal ini biasanya disepakati antara pemain yang lebih tua.' Posisi FC Fixborough mirip dengan banyak klub lain di mana keterlibatan dalam korupsi itu baik aktif dan 'pasif'. Dalam konteks hal ini keterlibatan diperpanjang, berbagai aktor yang baik merusak dan rusak. Diperpanjang keterlibatan cenderung menyembunyikan batas-batas antara korban dan pelaku. Dalam konteks mengorbankan keterlibatan, di mana setiap orang berpotensi pokok, kecurigaan dan ketidakpercayaan didukung oleh kerahasiaan publik adalah prinsip-prinsip operasi utama. Namun, kritik yang paling sering terbatas pada contoh-contoh spesifik dari pengaturan pertandingan, daripada diperluas untuk mencakup faktor-faktor yang sistematis di mana skenario rusak muncul. 
Pengaturan pertandingan jarang sekali dibahas secara struktural; sebaliknya, itu biasanya ditujukan bukan sengaja dengan cara jaminan ad hoc yang baik mengakui keberadaan umum dan sekaligus mencegah materialisasi dalam kasus-kasus tertentu yang dikelilingi oleh ketidakpercayaan di mana-mana dan kecurigaan. mekanisme ini dicontohkan oleh permintaan dibuat untuk wasit melalui telepon dalam pertemuan Komite Eksekutif lokal yang saya amati sebelum pertandingan penting: ' Mendengarkan, Aku duduk di sini pada pertemuan Komite Eksekutif dan aku menempatkan Anda pada speaker, bisa tolong meyakinkan saya dan rekan di sini bahwa tidak akan ada masalah dalam Riggedshire besok. Anda tahu apa yang saya maksud, bukan? '(Catatan lapangan, observasi non partisipan, Republik Ceko).    panggilan telepon ini, yang diikuti komentar yang mencurigakan lainnya oleh anggota Komite Eksekutif, menunjukkan bahwa terjadinya umum pengaturan pertandingan dikenal dan diharapkan. Namun, bukti contoh-contoh spesifik dari pengaturan pertandingan tersembunyi, dan pengaturan pertandingan itu sendiri yang tidak pernah sepenuhnya diartikulasikan. Meskipun para pejabat sepak bola menyadari pengaturan pertandingan dan setuju bahwa itu merusak sepak bola, mereka akan menerimanya sebagai masalah sederhana sebenarnya, mengakui keberadaannya tanpa memberikan upaya sistematis untuk memerangi itu karena kurangnya pengetahuan, kompetensi rendah, sukarela sifat keterlibatan mereka dalam pemerintahan sepak bola dan kurangnya dihasilkan waktu untuk benar alamat jangka panjang dan tugas strategis. Akhirnya, keterlibatan beroperasi melalui logika eksklusif dan cenderung untuk membungkam kritik substansial dan sistemik. 
Hal ini memiliki implikasi untuk inisiatif anti-korupsi. Upaya untuk memerangi pengaturan pertandingan tidak selalu berhasil, seperti yang disarankan oleh kisah seorang presiden klub lokal yang ditujukan surat kepada semua klub bermain di divisi yang sama, memanggil mereka untuk istirahat dengan kebiasaan buruk menyuap wasit. Suap bahkan digunakan oleh perwakilan klub untuk menjamin bahwa wasit akan membuat keputusan yang benar. Kebiasaan ini menjadi aturan tak tertulis, bagian dari permainan. Namun,    Presiden, yang bertujuan untuk mengubah budaya korupsi, gagal dalam usahanya karena ia bentrok dengan dissenting perwakilan dari klub-klub bersaing yang menolak untuk melepaskan diri dari kebiasaan mereka. Akibatnya, klubnya itu penuh dendam dan sistematis dihukum oleh wasit yang diberitahu dari inisiatif anti korupsi oleh faksi klub (Catatan lapangan, Republik Ceko, 2007). Setelah usaha yang gagal ini untuk mengubah sistem sepakbola, mantan presiden klub memutuskan untuk meninggalkan lingkungan sepak bola setelah lebih dari tiga dekade sukarela. semacam ini keluar tidak jarang. 
Dua contoh berikut dokumen keluar sama dari sepak bola dengan dua aktor lain yang memutuskan untuk melarikan diri budaya endemik korupsi. Seorang mantan pelatih sepak bola pemuda menjelaskan motivasinya untuk meninggalkan sebagai berikut: ' Kamu tahu, hal terburuk adalah bahwa ini tidak terjadi di kalangan hanya orang dewasa. Bagaimana Anda menjelaskan kepada seorang anak berusia tiga belas, empat belas tahun itu sebuah pertandingan chinked [ istilah harfiah diterjemahkan mengatakan bahwa permainan adalah tetap]. Aku benar-benar tidak memiliki perut untuk ini; Aku merasa sangat kasihan anak-anak itu yang sangat terlatih selama seminggu dan kemudian merasa begitu tak berdaya pada hari Sabtu.'  Demikian pula, sekretaris jenderal asosiasi sepak bola daerah bercerita tentang ' berbakat, termotivasi, berpendidikan universitas wasit muda ' yang memutuskan untuk tidak memajukan karirnya karena ketidakpercayaan konstan fans bahwa ia menghadapi sekitar permainan: 'Dia hanya menulis saya bahwa dia tidak bisa ambil bagian di dunia ini lagi karena ia terus-menerus terkena kecurigaan dan kadang-kadang bahkan agresi dari fans yang tidak mentolerir beberapa keputusan bermasalah.


Normalisasi dan keterlibatan merupakan dua kharakteristik utama dari rahasia umum korupsi di dan melalui  yang kompleks pengaturan pertandingan di sepakbola ceko direproduksi. Kedua pola keterlibatan dan normalisasi yang dicontohkan dalam keluhan pelatih kepada kaoten musuh dan mengkritik terhadap kinerja wasit membuat refrensi implisit untuk suap. Bahwa peraturan pertandingan adalah endemik dalam budaya sepakbola, bagian dari permainan, bagian dari kompetisi yang tidak terhindarkan.
Normalitas Pengaturan Pertandingan
Korupsi dianggap normal, bermasalah, dan diambil untuk diberikan. Normalitas pengaturan pertandingan ada karena system pyramidal. Kerahasiaan terhadap masyarakat tentang pengaturan pertandingan pada tingkat terendah.kehadiran pengaturan pertandingan sepakbola professional dibenarkan oleh fakta bahwa itu mencerminkan korupsi dalam masyarakat yang lebih luas. Hal ini di ilustrasikan oleh pernyataan yang dibuat oleh mantan presiden asosiasi sepakbola ceko yang menyamoaikan prespektif sering sering disampaikan oleh penjabat olahraga. ‘ hal ini tidak dibenar untuk menggambarkan sepakbola sebagai limbahan dinegri ini, dimana korupsi adalah aturan  bahwa kita  bertemu dimana mana dalam kehidupan sehari hari, kita tidak buruk dari masyarkat sekitarnya” ( ihned.cz,2005). Selain logika pembenaran pyramidal, korupsi dinormalisasi melalui pengaturan peertandungan bersama, keterampilan untuk bagaimana untuk terlibat Dn menyembunyikan memperbaiki pertandingan serta siapa untuk mengatasi.  Penelitian ini menunjukkan bahwa ada tidak diartikulasikan 'daftar harga' yang menunjukkan biaya untuk memperbaiki permainan di tingkat yang berbeda dan bahwa terdapat kosakata bersama untuk menyembunyikan korupsi. Pengamatan ini setuju dengan literatur ada pada pengaturan pertandingan (misalnya, Bukit 2009a, 2010b).
 Hal ini dicontohkan oleh kesaksian yang diberikan oleh mantan pemain nasional sepak bola Republik Ladislav VĂ­zek dalam sebuah wawancara dengan Republik harian: ' Perlakukan wasit dengan schnitzel bukannya memberinya sosis dan dia tidak akan membuat Anda kehilangan. Di divisi tertinggi, itu bersih, dalam terendah itu adalah hutan purba. '(SAIVER, Krutil, Cirmaciu, 2007). Adanya aturan-aturan implisit diilustrasikan oleh percakapan di mana klub relawan lokal berpendapat bahwa ia ingin mengambil kursus pelatihan untuk wasit: ' Anda tahu, lima ratus (Ceko mahkota, sekitar $ 20) per game untuk memulai dengan, itu adalah kesepakatan yang baik. 'Pengetahuan diam-diam berbagi tentang pengaturan pertandingan tidak hanya melibatkan bahasa dan 'daftar harga' tetapi juga keakraban dengan aktor yang diperbaiki. Sebagai salah satu informan saya berpendapat, ' Tidak semua orang akan pergi untuk itu. Kadang-kadang, Anda akan bahkan akan terkejut yang mengambil . Ada wasit terkenal yang aktif di tingkat tertinggi, tetapi sebagai bagian dari tugasnya, ia kadang-kadang wasit pertandingan di tingkat lokal. Saya telah diberitahu oleh teman-teman saya bahwa sekali ia hanya menempatkan lima ratus crown catatan (sekitar $ 20) di sakunya mengatakan ini harus cukup untuk sarapan.' Adanya cerita ini menguraikan aspek lain dari normalisasi memperbaiki match-: ini adalah salah satu dari banyak cerita yang beredar yang berkontribusi terhadap mitologi korupsi. 
Mitologi pengaturan pertandingan diperkuat baik oleh cerita semi-rahasia dan representasi media skandal pengaturan pertandingan yang didasarkan pada kesaksian yang diberikan secara rahasia oleh pemain sepak bola anonim atau diperkuat oleh karikatur budaya pop dari dunia sepakbola (misalnya Giulianotti, 1999). Ini wahyu semi-spesifik tidak mencegah concealments lebih jauh dan lebih pengaturan pertandingan. Dalam situasi ini, hampir semua orang tahu, mengakui atau setidaknya mencurigai bahwa pengaturan pertandingan yang terjadi, namun pengungkapan kasus-kasus tertentu jarang muncul. Artikulasi ketidakpercayaan adalah ritual dan memainkan peran yang stabil dalam pembangunan kerahasiaan publik, memperkuat dan mempertahankan mitologi masyarakat dan kontur pengaturan pertandingan tanpa harus mengungkapkan aspek nyata rahasia pengaturan pertandingan tertentu. 
Dalam konteks korupsi normalisasi, pengaturan pertandingan dipahami sebagai bagian dari permainan bukan sebagai mengganggu permainan yang, dalam teori, berdasarkan pada prinsip-prinsip fair-play. Hal ini digambarkan dengan catatan lapangan berikut dari pengamatan. Seorang pemain frustrasi dari FC Fixborough duduk di ruang ganti melempar jersey-nya ke lantai. Pelatih tim mengambil keuntungan dari rush pasca-pertandingan, semakin dekat ke kelompok yang lebih kecil dari pemain dan mengatakan: ' Anda tahu apa hal terburuk adalah? Kami pergi ke wasit [ harfiah terjemahan istilah untuk menunjukkan menyuap].' Pemain menjawab: ' Nah, bermain seperti ini, kami hanya pantas jatuh ke liga hutan purba;' dan menambahkan, setengah bercanda: 'Saya tidak mengerti mengapa Anda tidak memperbaiki permainan di musim gugur. Kami tidak akan berjuang untuk degradasi sekarang dan Anda bisa bahkan dijual beberapa pertandingan.’
 Keterlibatan pengaturan pertandingan
 Normalitas digabungkan dengan keterlibatan diperpanjang yang mengikat banyak aktor untuk kompleks pengaturan pertandingan. Untuk berhubungan kembali dengan adegan dari ruang ganti FC Fixborough, jersey bahwa pemain frustrasi melemparkan tidak diperoleh dengan cara standar. Para pemain dari FC Fixborough diberi mereka kaus beberapa tahun oleh FC Corrupthampton. Pada saat itu, hanya kemenangan melawan FC Fixborough bisa menyelamatkan FC Corrupthampton dari degradasi. FC Corrupthampton memenangkan pertandingan, dan set kaus adalah hadiah untuk bantuan FC Fixborough ini. 
Sebagai pemain mantan Fixborough ini ingat: ' Hal paling lucu adalah bahwa mereka bermain sangat sangat dan kami tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan untuk membantu mereka. Mereka memiliki masalah untuk meletakkannya di atas pada pemain muda yang jelas tidak tahu bahwa hal itu tetap. Hal-hal ini biasanya disepakati antara pemain yang lebih tua.' Posisi FC Fixborough mirip dengan banyak klub lain di mana keterlibatan dalam korupsi itu baik aktif dan 'pasif'. Dalam konteks hal ini keterlibatan diperpanjang, berbagai aktor yang baik merusak dan rusak. Diperpanjang keterlibatan cenderung menyembunyikan batas-batas antara korban dan pelaku. Dalam konteks mengorbankan keterlibatan, di mana setiap orang berpotensi pokok, kecurigaan dan ketidakpercayaan didukung oleh kerahasiaan publik adalah prinsip-prinsip operasi utama. Namun, kritik yang paling sering terbatas pada contoh-contoh spesifik dari pengaturan pertandingan, daripada diperluas untuk mencakup faktor-faktor yang sistematis di mana skenario rusak muncul. 
Pengaturan pertandingan jarang sekali dibahas secara struktural; sebaliknya, itu biasanya ditujukan bukan sengaja dengan cara jaminan ad hoc yang baik mengakui keberadaan umum dan sekaligus mencegah materialisasi dalam kasus-kasus tertentu yang dikelilingi oleh ketidakpercayaan di mana-mana dan kecurigaan. mekanisme ini dicontohkan oleh permintaan dibuat untuk wasit melalui telepon dalam pertemuan Komite Eksekutif lokal yang saya amati sebelum pertandingan penting: ' Mendengarkan, Aku duduk di sini pada pertemuan Komite Eksekutif dan aku menempatkan Anda pada speaker, bisa tolong meyakinkan saya dan rekan di sini bahwa tidak akan ada masalah dalam Riggedshire besok. Anda tahu apa yang saya maksud, bukan? '(Catatan lapangan, observasi non partisipan, Republik Ceko).    panggilan telepon ini, yang diikuti komentar yang mencurigakan lainnya oleh anggota Komite Eksekutif, menunjukkan bahwa terjadinya umum pengaturan pertandingan dikenal dan diharapkan. Namun, bukti contoh-contoh spesifik dari pengaturan pertandingan tersembunyi, dan pengaturan pertandingan itu sendiri yang tidak pernah sepenuhnya diartikulasikan. Meskipun para pejabat sepak bola menyadari pengaturan pertandingan dan setuju bahwa itu merusak sepak bola, mereka akan menerimanya sebagai masalah sederhana sebenarnya, mengakui keberadaannya tanpa memberikan upaya sistematis untuk memerangi itu karena kurangnya pengetahuan, kompetensi rendah, sukarela sifat keterlibatan mereka dalam pemerintahan sepak bola dan kurangnya dihasilkan waktu untuk benar alamat jangka panjang dan tugas strategis. Akhirnya, keterlibatan beroperasi melalui logika eksklusif dan cenderung untuk membungkam kritik substansial dan sistemik. 
Hal ini memiliki implikasi untuk inisiatif anti-korupsi. Upaya untuk memerangi pengaturan pertandingan tidak selalu berhasil, seperti yang disarankan oleh kisah seorang presiden klub lokal yang ditujukan surat kepada semua klub bermain di divisi yang sama, memanggil mereka untuk istirahat dengan kebiasaan buruk menyuap wasit. Suap bahkan digunakan oleh perwakilan klub untuk menjamin bahwa wasit akan membuat keputusan yang benar. Kebiasaan ini menjadi aturan tak tertulis, bagian dari permainan. Namun,    Presiden, yang bertujuan untuk mengubah budaya korupsi, gagal dalam usahanya karena ia bentrok dengan dissenting perwakilan dari klub-klub bersaing yang menolak untuk melepaskan diri dari kebiasaan mereka. Akibatnya, klubnya itu penuh dendam dan sistematis dihukum oleh wasit yang diberitahu dari inisiatif anti korupsi oleh faksi klub (Catatan lapangan, Republik Ceko, 2007). Setelah usaha yang gagal ini untuk mengubah sistem sepakbola, mantan presiden klub memutuskan untuk meninggalkan lingkungan sepak bola setelah lebih dari tiga dekade sukarela. semacam ini keluar tidak jarang. 
Dua contoh berikut dokumen keluar sama dari sepak bola dengan dua aktor lain yang memutuskan untuk melarikan diri budaya endemik korupsi. Seorang mantan pelatih sepak bola pemuda menjelaskan motivasinya untuk meninggalkan sebagai berikut: ' Kamu tahu, hal terburuk adalah bahwa ini tidak terjadi di kalangan hanya orang dewasa. Bagaimana Anda menjelaskan kepada seorang anak berusia tiga belas, empat belas tahun itu sebuah pertandingan chinked [ istilah harfiah diterjemahkan mengatakan bahwa permainan adalah tetap]. Aku benar-benar tidak memiliki perut untuk ini; Aku merasa sangat kasihan anak-anak itu yang sangat terlatih selama seminggu dan kemudian merasa begitu tak berdaya pada hari Sabtu.'  Demikian pula, sekretaris jenderal asosiasi sepak bola daerah bercerita tentang ' berbakat, termotivasi, berpendidikan universitas wasit muda ' yang memutuskan untuk tidak memajukan karirnya karena ketidakpercayaan konstan fans bahwa ia menghadapi sekitar permainan: 'Dia hanya menulis saya bahwa dia tidak bisa ambil bagian di dunia ini lagi karena ia terus-menerus terkena kecurigaan dan kadang-kadang bahkan agresi dari fans yang tidak mentolerir beberapa keputusan bermasalah.

Generate


Cara TERBARU Membuat Safelink Blogspot 100% WORK

Cara TERBARU Membuat Safelink di Blogspot Sendiri 100% WORK
Apa Itu Safelink Converter? Safelink adalah sebuah halaman pada suatu website atau blog yang difungsikan untuk mendeteksi apakah url link yang dituju aman atau tidak dari berbagai mancam virus dan malware. Dengan mengunakan safelink maka penguna url download dapat terhindar dari beberapa virus yang dideteksi. Jika pada file data situs tersebut terdapat jenis data yang membahayakan bagi perangkat anda maka anda akan diperingatkan oleh halaman ini untuk tidak mengunjungi link url tersebut.

DEMO SAFELINK BLOGSPOT

Langsung saja, Berikut ini adalah tutorial cara membuat safelink blogspot terbaru :
1. Download Template Safelink melalui url yang saya berikan diberikut ini : Download Gratis Template Safelink Premium
2. Buat Blogspot baru yang akan digunakan sebagai blog safelink.
3. Setelah anda membuat blog baru ataupun jika anda ingin menggunakan blog lama yang tidak terpakai, langkah selanjutnya buka BlogspotDasboard, pilih menu “Theme” > Pilih menu Backup/Restore > Pilih “Choose File” cari Template yang anda download tadi dan pilih “Upload” untuk mengganti Template di blog anda.
Cara TERBARU Membuat Safelink Blogspot 100% WORK
Lalu masih di menu “Theme” atur tampilan Mobile “Hanya Tampilkan Versi Desktop
Mobile View
4. Setelah Template berhasil terupload, terdapat sedikit lagi langkah pengeditan.
  • Safelink untuk Domain TLD
    Bagi anda yang menggunakan Domain TLD seperti, .com .net .org dan sejenisnya maka anda perlu melakukan pengeditan pada Template Blog, dengan cara :
    – Masuk ke menu “Theme/Tema
    – Pilih menu “Edit HTML
    – Cari dan Hapus Kode berikut ini :
    var blog = document.location.hostname;
    var slug = document.location.pathname;
    var ctld = blog.substr(blog.lastIndexOf("."));
    if (ctld != ".com") {
    var ncr = "https://" + blog.substr(0, blog.indexOf("."));
    ncr += ".blogspot.com/ncr" + slug;
    window.location.replace(ncr); };
    .
  • Safelink untuk Sub-Domain Blogspot
    Jika anda menggunakan Sub-Domain Blogspot (alamaturl.blogspot.com) maka anda perlu mengalihkan url menggunakan SSL yaitu Https:// . Untuk mengubah menggunakan SSL ikuti cara berikut ini :
    – Masuk menu Setting (Setelan) > Basic (Dasar)
    – Ubah Https Redirect ke “YES”
5. Buat halaman Statis dengan judul Generate , maka secara otomatis Url Link Page akan menjadi ….blogspot.com/p/generate.html , pilih pengeditan HTML dan paste kode dibawah ini kedalam halaman Page
<div class="text-center margin-bottom-20">
<h3>Advertise</h3>
KODE IKLAN DISINI
  </div>

<div class="row margin-bottom-20">
  <div class="col-md-6">
<div class="panel panel-primary">
    <div class="panel-heading text-center"><h2><i class="fa fa-shield"></i> Safe Link Converter <i class="fa fa-shield"></i></h2></div>
        <div class="panel-body text-center">
          <p class="text-primary margin-bottom-20">Encrypting your link and protect the link from viruses, malware, thief, etc!<br/>Made your link safe to visit.</p>

<div class="progress" id="daplong">
    <div class="progress-bar progress-bar-striped active six-sec-ease-in-out" role="progressbar" data-transitiongoal="100"></div>
</div>
<button id="download2" class="alert alert-dismissible alert-success btn-lg" style='display:none'><i class="fa fa-thumbs-o-up" aria-hidden="true"></i> <strong>Well done!</strong> you have successfully gained access to Decrypted Link. <i class="fa fa-hand-o-down slideInDownThumb" aria-hidden="true"></i></button>

        </div>
      </div>
</div>
  <div class="col-md-6 text-left">
<div class="panel panel-info">
  <!-- Default panel contents -->
  <div class="panel-heading"><h2><i class="fa fa-question-circle-o" aria-hidden="true"></i> How to use our tool:</h2></div>
  <div class="panel-body">
<ol>
<li>Click on <strong>How To Use</strong> menu above.</li>
<li>Click on the code and <kbd><kbd>CTRL</kbd> + <kbd>C</kbd></kbd> on your keyboard.</li>
<li>Paste the code in your HTML blog theme before the <mark>&lt;/body&gt;</mark>.</li>
<li>Save your HTML blog theme. you are done!</li>
<li>Now, your blog's outbound links was encrypted!</li>
</ol>
  </div>
</div>
</div><div class="clear"></div>
</div>

<div class="row margin-bottom-20">
  <div class="col-md-4 text-center">
<h3>Advertise</h3>
KODE IKLAN DISINI
</div>
  <div class="col-md-4 margin-top-25">
<div class="panel panel-success text-center">
<div class="panel-heading">
<h3 class="panel-title">
<b>Your link show here</b> <i aria-hidden="true" class="fa fa-hand-o-down"></i></h3>
</div>
<div class="panel-body">
<script src="https://cdn.rawgit.com/dedi96/safelink/813ce72f/safelinkga.js" type="text/javascript"></script>
<script type="text/javascript">
var currentURL=location.href;
var str = currentURL;
var res = str.replace("http://alamat-url.blogspot.com/p/generate.html?url=", "");
document.write('<button type="button" id="download" class="Visit_Link btn btn-success" onclick="changeLink();" style="display: none;"><strong>Visit Link</strong> <i class="fa fa-external-link" aria-hidden="true"></i></button>')
</script>
  </div>
</div>
</div>
 <div class="col-md-4 text-center">
<h3>Advertise</h3>
KODE IKLAN DISINI
</div>
<div class="clear"></div>
</div>

<div class="container">
  <div class="text-left">

  </div>
</div>

Struktur, Infrastruktur dan suprastruktur politik Indonesia


Struktur Politik Di Indonesia


Stuktur politik berasal dari dari dua kata, yaitu struktur dan politik. Dimana struktur artinya badan atau organisasi, sedangkan politik artinya urusan negara. Secara etimologis, struktur politik adalah badan atau organisasi yang berkenaan dengan urusan negara. Menurut buku Sahya Anggara (2013:43), struktur politik adalah alokasi nilai-nilai yang bersifat otoritatif yang dipengaruhi oleh distribusi serta penggunaan kekuasaan. Dari definisi-definisi tersebut bisa disimpulkan bahwa struktur politik merupakan suatu badan yang memiliki sebuah kekuatan dalam mengatur segala kebijakan atau perencanaan yang akan dilakukan oleh negara. Kemudian menurut buku Sahya Anggara (2013:44), terdapat dua fungsi dari struktur, yaitu:
1. Fungsi-fungsi sosialisasi politik adalah merupakan fungsi mengantarkan generasi muda dan anak-anak untuk mendapatkan sosialisasi kehidupan politik dari berbabagi institusi, seperti keluarga , tempat-tempat ibadah, lingkungan kerja, sekolah, dan sebagainya.

2. Rekrutmen politik melibatkan proses perekrutan pemimpin-pemimpin politik melalui partai-partai politik. Dalam fungsi ini, komunikasi politik sangat diperlukan karena hal tersebut meruapakan salah satu cara agar elemen-elemen didalam sistem politik bisa berjalan dan tidak mengalami hambatan-hambatan tertentu. Dalam struktur politik yang demokratis, terdapat dua sifat struktur politik, yaitu struktur politik formal dan struktur politik infomal. 

      Strutur politik formal adalah mesin politik yang dengan absah mengidentifikasi masalah, menentukan dan melaksanakan segala keputusan yang mempunyai kekuatan mengikat pada seluruh masyarakat. Artinya struktur politik formal disini merupakan struktur yang mengatur berbagai masalah yang ada didalam masyarakat, termasuk hubungan antara masyarakat. sehingga dikatakan bahwa hubungan ini mempunyai kekuatan yang saling mengikat diantara masyarakat. Sedangkan stuktur politik informal adalah struktur yang mampu mempengaruhi cara kerja aparat masyarakat untuk mengemukakan, menyalurkan, menerjemahkan mengonversikan tuntutan, dukungan, dan masalah tertentu yang berhubungan dengan kepentingan umum. Artinya struktur politik informal disini merupakan sebuah struktur yang mengatur hubungan di luar masyarakat. Jadi struktur yang dibangun disini untuk meelaborasikan antara segala sesuatu yang ada dimasyarakat dengan segala sesuatu yang ada diluar masyarakat. Sehingga diharapkan dengan strutur seperti ini dapat tercipta pembaruan-pembaruan dari luar untuk dapat dikenalkan dengan masyarakat yang ada. 

Struktur Politik Formal
Dalam sistem politik, struktur dibedakan atas tiga jenis, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Dimana hal tersebut merupakan bagian dari trias politika. Namun banyak negara yang belum menggunakan struktur sistem politik yang demikian. Bahkan dalam negara demokrasi modern, mereka cenderung membagi kekuasaan dibandingkan dengan memisahkan kekuasaan yang ada. Menurut yang diajarkan Jhon Locke(1632-1704) dan Montesqieu (1689-1755), mereka membagi kekuasaan dalam tiga klasifikasi, yaitu eksekutif, legislatif, dan federatif. Eksekutif disini ditugaskan sebagai badan yang membuat segala jenis peraturan dan perundang-undangan yang ada. Legislatif disini ditugaskan sebagai badan yang menjalankan segala jenis peraturan dan perundang-undangan yang sudah dibuat oleh eksekutif sebelumnya. 

Sedangkan federatif disini ditugaskan untuk mengawasi jalannya peraturan atau perundang-undangan yang sudah di buat oleh eksekutif dan dijalankan oleh legislatif. Sehingga dalam pelaksanaan tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang sudah disepakati sebelumnya oleh aturan yang dibuat. Namun dalam perjalannya, akhirnya Montesqieu menyempurnakan jenis kekuasaan tersebut dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.  Yudikatif disini tetap memililiki peranan atau tugas yang sama dengan federatif dulunya, yaitu sebagai badan yang mengawasi jalannya perundanag-undangan atau peraturan yang sudah di buat oleh eksekutif dan dijalankan oleh legislatif. Akan tetapi, dalam undang-undang dasar 1945, ajaran trias politika ini tidak disebutkan didalamnya. Namun jika di lihat dalam pembagian kekuasaan di Indonesia, secara tidak langsung Indonesia menganut sistem kekuasaan dari trias politika. 

Pemerintahan dan Birokrasi (Eksekutif)

Menurut Buku Sahya Anggara (2013:48), dalam sistem politik, pemerintahan dan birokrasi merupakan struktur penting karena menyangkut pembuatan kebijakan dan implementasi kebijakan. Dalam segala kebijakan yang dibuat, eksekutif juga dibantu dengan legislatif, selaku yang menjalankan segala jenis kebijakan atau peraturan yang dibuat oleh eksekutif. Dalam negara, sering terdengar istilah politik eksekutif. Politik eksekutif ini terdiri dari berbagai tingkatan, dimana tiap tingakan memiliki fungsi dan peranannya masing-masing, seperti presiden, para kabinet presiden, perdana mentri, dan sebagainya. Mereka semua merupakan bagian-bagian dari eksekutif. Jika di lihat dari negara Indonesia. Salah satu contoh adalah perbedaan ketika era reformasi dan orde baru. 
Dimana ketika era reformasi, pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). Dimana MPR disini bisa dikatakan sebagai salah satu pemegang kekuasaan tertinggi yang ada di Indonesia. Bahkan bisa dikatakan alasan presiden Soeharto bisa menjabat.

   Sedangkan federatif disini ditugaskan untuk mengawasi jalannya peraturan atau perundang-undangan yang sudah di buat oleh eksekutif dan dijalankan oleh legislatif. Sehingga dalam pelaksanaan tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang sudah disepakati sebelumnya oleh aturan yang dibuat. Namun dalam perjalannya, akhirnya Montesqieu menyempurnakan jenis kekuasaan tersebut dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.  Yudikatif disini tetap memililiki peranan atau tugas yang sama dengan federatif dulunya, yaitu sebagai badan yang mengawasi jalannya perundanag-undangan atau peraturan yang sudah di buat oleh eksekutif dan dijalankan oleh legislatif. Akan tetapi, dalam undang-undang dasar 1945, ajaran trias politika ini tidak disebutkan didalamnya. Namun jika di lihat dalam pembagian kekuasaan di Indonesia, secara tidak langsung Indonesia menganut sistem kekuasaan dari trias politika. 

Pemerintahan dan Birokrasi (Eksekutif)

Menurut Buku Sahya Anggara (2013:48), dalam sistem politik, pemerintahan dan birokrasi merupakan struktur penting karena menyangkut pembuatan kebijakan dan implementasi kebijakan. Dalam segala kebijakan yang dibuat, eksekutif juga dibantu dengan legislatif, selaku yang menjalankan segala jenis kebijakan atau peraturan yang dibuat oleh eksekutif. Dalam negara, sering terdengar istilah politik eksekutif. Politik eksekutif ini terdiri dari berbagai tingkatan, dimana tiap tingakan memiliki fungsi dan peranannya masing-masing, seperti presiden, para kabinet presiden, perdana mentri, dan sebagainya. Mereka semua merupakan bagian-bagian dari eksekutif. Jika di lihat dari negara Indonesia. Salah satu contoh adalah perbedaan ketika era reformasi dan orde baru. Dimana ketika era reformasi, pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). Dimana MPR disini bisa dikatakan sebagai salah satu pemegang kekuasaan tertinggi yang ada di Indonesia. Bahkan bisa dikatakan alasan presiden Soeharto bisa menjabat selama kurang lebih 32 tahun, karena anggota-anggota MPR yang ada merupakan orang-orang yang memiliki hubungan politik yang lebih dengan presiden Soeharto. Sehingga dalam hal ini masyarakat tidak bisa berbuat banyak dalam penentuan negara Indonesia. Puncaknya adalah ketika peristiwa reformasi yang akhirnya menggulingkan pemerintahan presiden Soeharto. Berbeda dengan era orde baru. Dimana pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan secara lebih demokratis, yaitu penentuan berada di tangan rakyat. Bahkan presiden dan wakil presiden juga bisa kapan saja diberhentikan oleh MPR bila terjadi penyalahgunaan kekuasaan. 

Lembaga Legislatif

Ketika era Soeharto, lembaga legislatif ini merupakan salah satu lembaga yang bisa mengesahkan. Namun ketiak orde baru, lembaga legislatif ini tidak hanya sebagai lembaga yang mengesahkan, namun juga sekaligus sebagai lemabaga yang bisa mengawasi dari pembuatan kebijakan yang ada. Perubahan lainnya terletak dari partai politik yang masuk ke dalam DPR. Dimana ketika era Soeharto hanya terdapat tiga partai politik yang berada dalam DPR, sedangkan setelah orde baru terdapat kurang lebih lima partai politik yang turut andil dalam DPR. Namun perubahan tersebut tidak dibarengi oleh kinerja yang memuaskan. Banyak pengamat yang masih menganggap bahwa kinerja dari DPR kurang lebih ingin memenuhi kebutuhan pribadinya atau kebutuhan partai yang dibawa dibandingkan dengan memenuhi kebutuhan rakyat.

Lembaga Peradilan (Yudikatif)

Dalam lembaga peradilan, salah satu lembaganya adalah Mahkamah Agung. Dimana salah satu tugasnya adalah memutuskan perkara berdasarkan undang-undang dasar 1945. Dalam UUD 1945, ada beberapa pasal yang menjelaskan tugas dari Mahkamah Agung sendiri. Namun pandangan masyarakat terlebih pada undang-udang atau hukum yang ada di Indonesia, malah sebaliknya dengan tugas yang sudah ada dalam UUD 1945. Penyelewengan kekuasaan yang terjadi oleh Mahakamah Agung juga tidak sedikit. Banyak yang beranggapan bahwa putusan-putusan yang nantinya akan dikeluarkan oleh Mahkamah Agung kurang lebih tergantung dari kepentingan-kepentingan kekuasaan bukan berdasarkan UUD 1945.

Stuktur Politik Informal

Partai Politik
Menurut Buku Sahya Anggara (2013:53), partai politik merupakan salah satu ciri dari politik yang modern, bahkan tidak bisa di pisahkan dengan sistem politik, baik yang menganut sistem demokrasi ataupun yang sistem otoriter. Dimana partai politik merupakan sebuah wadah untuk menghimpun berbagai jenis aspirasi-aspirasi yang ada dimasyarakat untuk nantinya disampaikan kepada negara. Dengan adanya partai politik ini diharapkan, hubungan antara masyarakat dengan negara menjadi lebih dekat.
Menurut buku Sahya Anggara (2013:54), dalam sistem politik yang demokrasi, partai politik bisanya melaksanakan empat fungsi, yaitu: Pertama, sarana komunikasi politik. Partai politik disini harus menjadi jembatan antara negara dan masyarakat. Dimana segala jenis aspirasi masyarakat harus di himpun dan kemudian disampaikan kepada negara. Begitu juga dengan segala jenis kebijakan yang dibuat negara, partai politik juga harus membantu negara dalam menyebarkan kebijakan kepada masyarakat umum. Kedua, sarana sosialisasi politik. Dalam partai politik, bisanya terdapat tujuan, cita-tita yang sama. Dimana tujuan utamanya adalah melaksanakan kebijakan-kebijakan partai dalam sistem politik. Sehingga disini partai politik bertugas untuk mensosialiasikan segala jenis kebijakan yang sudah disatukan dengan program kerja kepada masyarakat. Agar masyarakat dapat memilih ataupun mendung partai tersebut. Ketiga, sarana rekrutmen politik. Dalam mendapatkan kekuasaan penuh, partai politik harus memiliki pemimpin yang mampu membawa partai politik mendapatkan kekuasaan penuh dalam sistem politik. Keempat, sarana pengatur konflik. Sebagai partai politik harus bisa menjadi pihak ketiga ketika terjadinya konflik antara masyarakat dengan negara. 

Struktur Politik Informal Diluar Partai Politik

Menurut Buku Sahya Anggara (2013:57), struktur-struktur politik informal, seperi media massa, kelompok berbasis agama, LSM atau NGO, dan asosiasi profesi telah menunjukkan eksistensinya dalam sistem politik setelah kurang lebih selama 32 tahun mendapatkan tekanan dari pemerintah. Struktur politik informal ini hadir karena struktur politik informal lain dalam hal ini partai politik tidak bisa mengawasi segala jenis kebijakan yang merugikan masyarakat. Sehingga kehadiran struktur politik informal ini sangat diperlukan ketika partai politik tidak lagi memihak kepada masyarakat.

Infrastruktur dan Suprastruktur Politik di Indonesia

Sistem politik pada hakikatnya mengandung makna suatu totalitas unsur yang saling berkegantungan dalam suatu himpunan yang secara ideal berorientasi pada suatu tujuan (goal). Secara teoritis sistem politik merupakan sebagai salah satu sub sistem dari sistem yang lebih besar, yaitu sistem sosial. Dengan begitu, berarti dalam bekerjanya, sistem politik tidak bekerja dalam situasi yang vakum melainkan dalam situasi yang dinamis berkaitan dengan sub-sistem lainnya seperti budaya, ekonomi, komunikasi, dan sistem lainnya. Sedangkan secara terminologis, sistem politik sendiri pada hakikatnya terdiri dari unsur-unsur yang terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu supra struktur dan infra sturktur. 

   Suprastruktur politik yaitu struktur politik pemerintahan sektor pemerintahan, suasana pemerintahan, sektor politik pemerintahan (political suprastructures, surface structures, govermental sphere, formal political machines), atau pihak-pihak yang langsung terlibat dalam penyelengaraan kehidupan Negara. Pihak yang demikian, tercatat terdiri dari lembaga Eksekutif (Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri), Legislatif (MPR, DPR , serta DPD), dan Yudikatif (Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Yudisial), serta lembaga-lembaga lain seperti kepolisian dan  lain sebagainya. 

 Infrastruktur politik berarti struktur politik masyarakat/rakyat, suasana kehidupan politik masyarakat/rakyat (political infrastructures subsets, socio-political sphere), dengan kata lain pihak-pihak yang tidak atau tidak langsung terlibat dalam penyelengaraan kehidupan Negara. lembaga-lembaga seperti ini diantaranya adalah LSM, Parpol, dan Media massa. 
Suatu sistem politik pasti mempunyai fungsi bagi sistem politik itu sendiri dan fungsi ini dijalankan oleh struktur politik itu tadi. Fungsi tersebut terbagi menjadi dua yaitu fungsi in put dan fungsi out put. Yang termasuk diperankan fungsi in put adalah fungsi-fungsi sebagai berikut: 
1) Sosialisasi dan rekrutmen politik; 
2) Artikulasi kepentingan; 
3) Agregasi (pengelompokan) kepentingan; 
4) Komunikasi politik. Sementara fungsi out put diperankan oleh fungsi sistem politik dalam tataran fungsi 
5) Pembuatan peraturan; 
6) Penerapan peraturan 
7) pengawasan peraturan. 

     Pemeranan fungsi sistem politik tadi, baik pada fungsi in put maupun fungsi out put, secara fisik itu dilakukan oleh struktur politik yang terdapat dalam suatu sistem politik. Maka pemenuhan tugas dan tujuan masing-masing berbeda pula. Struktur politik tersebut, dalam sistem politik dibedakan menjadi dua yaitu infrastruktur politik dan suprastruktur politik.

Jurnal Kesehatan Masyarakat

     PENGETAHUAN, SIKAP DAN AKTIVITAS REMAJA SMA 
DALAM KESEHATAN REPRODUKSI DI KECAMATAN BULELENG


Karya: I Made Kusuma Wijaya, Ni Nyoman Mestri Agustini, Gede Doddy Tisna MS2




         Siswa yang dijadikan sampel penelitian ini adalah siswa dari sekolah menengah atas yang ada dalam wilayah Puskesmas Buleleng I, yaitu: SMA Bhaktiyasa, SMA Kerta Wisata, SMA Muhamadyah, SMA Santo Paulus, SMA Saraswati, SMA Dwijendra, SMA LAB Undik-sha, SMAN 1 Singaraja, SMAN 4 Singaraja, SMKN 1 Singaraja, SMK TP 45 Singaraja dan SMA Widya Paramita yang keseluruhannya berjumlah 346 siswa.Responden dalam penelitian ini dibedakan menurut jenis kelamin dan umur. Jumlah sampel berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 51.3% (170 responden) dan sampel berjenis kelamin laki-laki yaitu sebesar 48.7% (170 responden). Berdasarkan hal tersebut diketahui bahwa jumlah sampel yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak dari sampel yang berjenis kelamin laki.


     Jika dilihat dari jenis kelamin maka remaja yang berjenis kelamin perempuan mempunyai tingkat pengetahuan baik yang lebih tinggi daripada remaja yang berjenis kelamin 
laki-laki, dimana hasil yang diperoleh adalah dari 349 responden didapatkan yang mempunyai tingkat pengetahuan baik pada remaja yang berjenis kelamin perempuan adalah sebanyak 92 (51,4%) reponden dan sisanya sebanyak 72 (40,2%) responden mempunyai tingkat pengetahuan cukup, 15 (8,4%) responden memiliki tingkat pengetahuan kurang, sedangkan pada remaja siswa sekolah menengah atas yang berjenis kelamin laki-laki mempunyai tingkat pengetahuan baik adalah sebanyak 56 (32,9%) responden dan sisanya sebanyak 92 (54,1%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, 22 (12,9%) responden memiliki tingkat pengetahuan kurang.


     Jika dilihat dari umur yaitu remaja dari umur 14 tahun sampai 19 tahun maka dapat dilihat pada umur 18 tahun mempunyai tingkat pengetahuan baik yang paling besar yaitu sebanyak 6 (66,7%) responden sedangkan sisanya 9 (47,4%) responden tingkat pengetahuannya cukup, 4 (21,1%) responden tingkat pengetahuannya kurang dan selanjutnya pada umur 15 tahun yang mempunyai tingkat pengetahuan baik sebanyak 51 (45,9%) responden sedangkan sisanya 56 (50,5%) responden tingkat pengetahuannya cukup, 4 (3,6%) tingkat pengetahuannya kurang, selanjutnya umur 16 tahun yang mempunyai tingkat pengetahuan baik sebanyak 54 (45,4%) responden sedangkan sisanya 55 (46,2%) responden tingkat pengetahuannya cukup, 10 (8,4%) responden tingkat pengetahuannya kurang, selanjutnya umur 17 tahun yang mempunyai tingkat pengetahuan baik sebanyak 36 (40,9%) responden sedangkan sIsanya sebanyak 36 (40,9%) responden tingkat pengetahuannya cukup, 16 (18,2%) responden tingkat pengetahuannya kurang, selanjutnya umur 14 tahun yang mempunyai tingkat pengetahuan baik sebanyak 1 (12,5%) responden sedangkan sisanya sebanyak 7 (87,5%) responden tingkat pengetahuannya cukup, 0 (0%) responden tingkat pengetahuannya kurang, selanjutnya umur 19 tahun yang mempunyai tingkat pengetahuan baik yang paling kecil yaitu sebanyak 0 (0%) responden, sedangkan sisanya sebanyak 1 (25%) responden tingkat pengetahuannya cukup, 3 (75%) responden tingkat pengetahuannya kurang.

Setelah dilakukan tabulasi data mengenai sikap responden terhadap kesehatan re-
produksi didapatkan hasil sebagai berikut: sebagian besar yaitu sebanyak 302 orang (86,5%) memiliki sikap yang baik, kemudian diikuti 43 orang (12,4%) memiliki sikap yang cukup dan sisanya yaitu sebanyak 3 responden (0,9%) memiliki sikap yang kurang. Bila dilihat berdasarkan jenis kelamin, maka terdapat perbedaan tingkat sikap antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Sebanyak 78,1 % laki-laki memiliki sikap yang baik, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 21,9% memiliki sikap cukup dan kurang. Pada responden dengan jenis kelamin perempuan, persentase responden dengan sikap baik lebih besar, yaitu sebanyak 95% memiliki sikap baik sedangkan sisanya yaitu 5% memiliki sikap yang cukup dan kurang. Bila dilihat dari umur, maka ditemukan bahwa persentase sikap dengan kategori baik terbesar dimiliki oleh kelompok umur 14 tahun yaitu 100%, diikuti oleh kelompok umur 16 tahun, 15 tahun, 17 tahun, 18 tahun dan yang terkecil adalah kelompok umur 19 tahun. Begitu pula sebaliknya kelompok umur 19 tahun memiliki persentase sikap dengan kategori cukup dan kurang paling besar, yaitu 75%.

   Setelah dilakukan tabulasi silang antara tingkat pengetahuan dan sikap responden terhadap kesehatan reproduksi terlihat bahwa responden dengan pengetahuan baik diikuti dengan sikap responden yang baik yaitu 94,6 % (140 responden dari 148 responden dengan pengetahuan baik). Responden dengan tingkat pengetahuan cukup yang memiliki sikap baik adalah sebanyak 86%, dan persentase tersebut semakin menurun, dimana hanya 58,3% responden dengan tingkat pengetahuan kurang yang memiliki sikap dengan kategori baik. 
Aktivitas responden dalam kesehatan reproduksi dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu 
positif dan negatif. Setelah dilakukan tabulasi data mengenai aktivitas responden dalam kesehatan reproduksi didapatkan sebagian besar yaitu sebanyak 132 orang (38,2%) memiliki aktivitas yang mengarah ke negatif, dan sisanya yaitu sebanyak 214 responden (61,8%) memiliki aktivitas yang mengarah ke positif. 

    Berdasarkan jenis kelamin didapatkan persentase aktivitas yang negatif pada laki-laki hampir berimbang dibandingkan dengan aktivitas positifnya, yaitu sebanyak 45,5% laki laki memiliki aktivitas yang negatif, dan sebanyak 54,5% memiliki aktivitas yang positif. Hal tersebut sedikit berbeda pada responden dengan jenis kelamin perempuan, persentase responden dengan aktivitas positif lebih besar, yaitu sebanyak 68,7% memiliki aktivitas yang mengarah positif dan sisanya yaitu 31,3% memiliki aktivitas yang mengarah ke negatif.
Berdasarkan umur, ditemukan bahwa persentase aktivitas negatif ditemukan paling 
besar pada responden dengan umur 18 tahun yaitu sebesar 52,6%, diikuti oleh responden 
dengan umur 19 tahun, 16 tahun, 14 tahun, 15 tahun dan terkecil adalah responden dengan 
umur 17 tahun sebesar 33,3%.

      Setelah dilakukan tabulasi silang antara tingkat pengetahuan dan aktivitas responden 
dalam kesehatan reproduksi terlihat bahwa responden dengan pengetahuan baik diikuti 
dengan aktivitas responden yang positif, yaitu 70% (103 responden dari 147 responden dengan pengetahuan baik). Persentase tersebut semakin menurun dengan menurunnya pengetahuan responden. Responden dengan tingkat pengetahuan cukup hanya 61,3% yang memiliki aktivitas positif, dan responden dengan tingkat pengetahuan kurang hanya sebanyak 30,6% yang memiliki aktivitas positif. Setelah dilakukan tabulasi silang antara sikap responden dan aktivitas responden dalam kesehatan reproduksi terlihat bahwa 
responden dengan sikap baik diikuti dengan aktivitas responden yang positif, yaitu 63,6% 
(192 responden dari 302 responden dengan sikap baik). Persentase tersebut semakin menurun dengan menurunnya sikap responden. Responden dengan sikap kategori cukup, hanya 48,8% yang memiliki aktivitas positif, dan responden dengan sikap kategori kurang hanya sebanyak 33,3% yang memiliki aktivitas positif. Berdasarkan analsis hubungan antar variabel menggunakan analisis korelasi bivariate pearson didapatkan data. Berdasarkan hasil analisa korelasi variable pengetahuan, sikap dan aktivitas diatas didapatkan bahwa terdapat korelasi antara pengetahuan dengan sikap, pengetahuan dengan aktivitas dan sikap dengan aktivitas secara signifikan. Adapun korelasi antara pengetahuan dengan sikap adalah sebesar 0,382. Korelasi antara pengetahuan dengan aktivitas sebesar 0,284. Korelasi antara sikap dengan aktivitas sebesar 0,269. Adanya korelasi yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan aktivitas menunjukkan adanya hubungan antara ketiga variable tersebut meskipun korelasi yang dimiliki dapat dikategorikan lemah (<0,5). Dari pemaparan hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan remaja siswa sekolah menengah atas se-kecamatan buleleng cenderung cukup dan kurang yaitu sebesar 201 (57,6%) responden, hanya sebagian kecil yang memiliki tingkat pengetahuan yang 
baik tentang kesehatan reproduksi yaitu 148 (42,4%) responden. Hal ini dapat disebabkan 
karena kurangnya pendidikan ataupun cermah-ceramah tentang kesehatan reproduksi 
yang diperoleh siswa tersebut. Atau dapat pula disebabkan oleh karena metode ceramah yang dilakukan kurang efektif karena siswa yang masih remaja ini kadang-kadang merasa malu untuk mengetahui hal-hal yang sebagian orang mungkin menganggap sebagai hal yang tabu sehingga biasanya mereka senang bertanya pada teman sebayanya yang belum tentu memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi ini.


    Dilihat dari jenis kelamin diketahui bahwa remaja siswa sekolah menengah atas yang berjenis kelamin perempuan memiliki tingkat pengetahuan baik yang lebih banyak yaitu sebanyak 92 (51,4%) reponden daripada remaja siswa sekolah menengah atas yang berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 56 (32,9%) responden. Hal ini dapat disebabkan oleh karena siswa yang berjenis kelamin perempuan memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar karena 
mereka lebih merasakan perubahan-perubahan fisiologis pada diri mereka seperti misalnya 
menstruasi untuk pertama kalinya sehingga mereka akan berusaha untuk mencari informasi baik dari buku-buku ataupun melalui seminar atau ceramah tentang kesehatan reproduksi 
dan juga dengan teman sebayanya.Berdasarkan teori mengenai sikap diketahui bahwa sikap seseorang dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan ko-
natif. Dalam peneliian ini teori tersebut tidak berlaku. Sikap responden yang tidak sesuai 
dengan pengetahuan yang dimilikinya ini dapat disebabkan oleh faktor lain. Sikap yang 
ditimbulkan tidak saja ditentukan oleh keadaan objek yang sedang dihadapi tapi juga oleh 
kaitannya dengan pengalaman-pengalaman masa lalu, situasi di saat sekarang dan harapan harapan untuk masa yang akan datang (Azinar, 2013; Cahyo K, 2008).Bila dilihat berdasarkan jenis kelamin, maka terdapat perbedaan tingkat sikap antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Persentase responden dengan sikap baik lebih besar pada jenis kelamin perempuan dibandingkan jenis kelamin laki-laki. Hal ini dapat disebab-
kan karena perbedaan pandangan terhadap kesehatan reproduksi. Distribusi sikap responden terhadap kesehatan reproduksi menurut umur, ditemukan bahwa persentase sikap dengan kategori baik terbesar dimiliki oleh kelompok umur 14 hingga 16 tahun, sedangkan umur 17 hingga 19 lebih kecil. Hal ini dapat disebabkan karena pada umur yang lebih muda, mereka memiliki pandangan yang lebih baik terhadap kesehatan reproduksi. Bila dibandingkan dengan pengetahuan yang dimiliki, ditemukan bahwa responden 
dengan pengetahuan baik diikuti dengan sikap responden yang baik yaitu 94,6 % (140 
responden dari 148 responden dengan pengetahuan baik). Persentase tersebut makin 
menurun dengan semakin menurunnya pengetahuan yang dimiliki. Hal ini erat kaitannya 
dengan bahwa pengetahaun yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi sikap yang muncul. 


        Perilaku seksual merupakan perilaku yang bertujuan untuk menarik perhatian lawan 
jenisnya. Perilaku ini sangat luas sifatnya dimana perilaku ini timbul didasari oleh dorongan 
seksual. Dimana permasalahan yang sering dihadapai remaja adalah dorongan seksual yang sudah meningkat sementara secara normative mereka belum menikah, belum diijinkan untuk melakukan hubungan seksual. Selain itu kematangan seksual remaja belum diimbangi oleh kematangan psikososial, akibatnya kadang kadang timbul rasa ingin tahu yang sangat kuat, keinginan bereksplorasi dan memenuhi dorongan seksual mengalahkan pemahaman tentang norma, kontrol diri, pemikiran rasional, sehingga tampil dalam bentuk perilaku coba-coba berhubungan seks. Berbagai faktor dapat mempengaruhi perilaku seksual remaja antara lain faktor biologis, pengaruh orang tua dan teman sebaya, faktor akademik, pemahaman dan penghayatan nilai-nilai keagamaan, kepribadian, pengalaman seksual serta banyak lagi yang lainnya. Beberapa hal yang mungkin dilakukan remaja untuk mengatasi dorongan seksualnya yaitu bergaul dengan lawan jenis, berdandan untuk menarik perhatian, meyalurkan melalui mimpi basah, menahan diri dengan berbagai cara, menyibukan diri dengan berbagai aktivitas, menghabiskan tenaga dengan berolahraga, memperbanyak sembahyang, berfantasi tentang seksual, mengobrol tentang seks, menonton film pornografi, masturbasi/onani, melakukan hubungan seksual non penetrasi, melakukan aktivitas penetrasi. Bila dilihat berdasarkan jenis kelamin, maka terdapat perbedaan tingkat perilaku antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Persentase perilaku yang negatif pada laki-laki hampir berimbang dibandingkan dengan perilaku posotifnya, yaitu sebanyak 45,5% laki laki memiliki prilaku yang negatif, dan sebanyak 54,5% memiliki perilaku yang positif. Hal tersebut sedikit berbeda pada responden dengan jenis kelamin perempuan, persentase responden dengan perilaku positif lebih besar, yaitu sebanyak 68,7% memiliki perilaku yang mengarah positif dan sisanya yaitu 31,3% memiliki perilaku yang mengarah ke negatife. Perbedaan persentase antara jenis kelamin laki-
laki dan perempuan ini dapat disebabkan karena perempuan pada umumnya lebih menjaga 
perilakunya sehari-hari daripada laki-laki.Responden dengan pengetahuan baik 
diikuti dengan perilaku responden yang positif, yaitu 70% (103 responden dari 147 responden dengan pengetahuan baik). Persentase tersebut semakin menurun dengan menurunnya pengetahuan responden. Hal ini dapat disebabkan karena pengetahuan dapat memberikan pengaruh yang sejalan dengan perilaku yang ditimbulkan. Semakin baik pengetahuan, maka perilaku yang ditimbulkan juga semakin baik, begitu pula sebaliknya semakin kurang pengetahuan yang dimiliki maka perilaku yang ditimbulkan juga semakin mengarah ke negative. Distribusi responden dengan sikap baik diikuti dengan perilaku responden yang positif dan persentase tersebut semakin menurun dengan menurunnya sikap responden. Sebanyak 63,6% responden dengan sikap baik memiliki perilaku yang baik pula, sedangkan responden dengan sikap kategori cukup, hanya 48,8% yang memiliki perilaku positif, dan responden dengan sikap kategori kurang hanya sebanyak 33,3% yang memiliki perilaku positif. Semakin menurunnya persentase perilaku responden yang mengarah positif ini dapat disebabkan karena sikap yang dimiliki memiliki pengaruh terhadap perilaku yang ditimbulkan oleh seseorang.







Daftar Pustaka


Agustini,M., Arsani,A. 2013. Remaja Sehat Melalui Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja Di 
Tingkat Puskesmas. Jurnal KEMAS 9 (1) (2013): 66-73

Azinar,M. 2013. Perilaku Seksual Pranikah Beresiko Terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan. 
Jurnal KEMAS 8 (2) : 153-160 Cahyo,K., Kurniawan,T.P., Margawati,A. Faktor faktor Yang Mempengaruhi Praktik Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Negeri 1 Purbalingga Kabupaten Purbalinggga. 


Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia 3(2): 86-101 Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. 2009. 

Laporan Tahunan Program Kesehatan Lanjut Usia dan Program Kesehatan Remaja Tahun 
2009. Buleleng


Endarto, Y., Parmadi, S.P. 2006. Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dengan Aktivitas Seksual Berisiko pada Remaja di SMK Negeri 4 Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Surya Medika Yogyakarta.


Lakmiwati, I.A.A. 2003. Transformasi Sosial dan Aktivitas Reproduksi Remaja. Ejournal.unud.ac.idNotoatmodjo,S, et al. 2005. Konsep Aktivitas Kesehatan. Buku Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta 


Rizki N.A. 2012. Metode Focus Group Discussion Dan Simulation Game Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Kemas 8(1): 13-29


Suryoputro A, dkk. 2006. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Seksual Remaja di Jawa Tengah: Implikasinya terhadap Kebijakan dan Layanan Kesehatan Seksual dan Reproduksi. Jurnal Makara Kesehatan 10(1): 29-40

Kepercayan, sistem pemerintahan Bangsa inca, Bangsa Maya, bangsa Aztec dan peradaban india kuno

1   Kepercayaan dan sistem pemerintahan Bangsa Inca, bangsa maya dan bangsa Aztec Kepercayaan Bangsa Inca: Masyarakat Inca perca...