Ini Cerpen Ku

Bukan Cuman Cerpen

Permusuhan bonek dan aremania


         







              Disini saya akan membahawas awal mula permusuhan yang terjadi antara bonek dan aremania. informasi tentang asal mula perseteruan BONEK vs AREMABerdirinya Armada 86 hingga berevolusi menjadi PS Arema pada tahun 1987 membuat konflik semakin memanas.Dalam kompetisi Perserikatan, Persema dan
Persebaya sudah memanaskan suhu konflik antar-suporter di Jawa Timur. Dengan hadirnya Arema yang mengikuti kompetisi Galatama, suhu itu kian memanas
dengan rivalitas Arema dan Niac Mitra Surabaya. Semifinal Galatama tahun 1992
yang mempertandingkan PS Arema Malang melawan PS Semen Padang di stadion Tambaksari Surabaya menghadirkan awalan baru sejarah konflik
Aremania-Bonek. Arek Malang (saat itu belum bernama Aremania) membuat ulah


di Stasiun Gubeng pasca kekalahan Arema Malang dari Semen Padang. Kapolda Jatim saat itu akhirnya mengangkut mereka dalam 6 gerbong kereta api untuk
menghindari kerusuhan dengan Bonek. Kejadian di Stasiun Gubeng itu membuat
panas Bonek yang ada di Surabaya. Tindakan balasan mereka lakukan dengan mencegat dan menyerang rombongan
       Aremania pada akhir tahun 1993 saat akan melawat ke Gresik. Peristiwa ini dibalas oleh Aremania pada tahun 1996 dengan melakukan lawatan ke Stadion Tambaksari dengan pengawalan ketat DANDIM. Keberanian Aremania untuk hadir di Stadion Tambaksari kala pertandingan Persebaya melawan Arema saat itu telah
membuat Bonek tidak bisa berbuat apa-apa dan harus menahan amarah mereka
dengan cara menghina Aremania lewat kata-kata saja. Hal ini karena pertandingan
tersebut disaksikan oleh para petinggi PSSI dan gubernur Jawa Timur saat itu, serta
pengawalan ketat DANDIM kota Malang terhadap Aremania. Bagi Aremania, hal ini
sudah sangat mempermalukan Bonek dengan datang langsung ke jantung pertahanan lawan sembari menunjukkan kesantunan Aremania dalam mendukung
tim kesayangan. Semenjak itulah tidak ada kata damai dari Bonek kepada Aremania,
dan Aremania sendiri juga menyatakan siap untuk melayani Bonek dengan kekerasan sekalipun. Kejadian ini dibalas oleh Bonek di
Jakarta pada tahun 1998. 
      Tanggal 2 Mei 1998 dimana Aremania akan hadir dalam pertandingan Persikab Bandung vs Arema Malang, Aremania yang baru turun dari kereta di Stasiun Jakarta Pasarsenen diserang oleh puluhan Bonek. Ketika itu
rombongan Aremania yang berjumlah puluhan orang menaiki bus AC yang sudah
disiapkan oleh Korwil Aremania Batavia. Ditengah jalan, belum jauh dari Stasiun Pasar Senen tiba-tiba bus yang ditumpangi Aremania dihujani batuan oleh Bonek.
Untuk menghindari jatuhnya korban, rombongan Aremania langsung turun dari
bus untuk melawan Bonek yang menyerang mereka. Bahkan Aremania sampai mengejar-ngejar Bonek yang ada di Stasiun Pasarsenen. Tindakan Aremania ini
mendapat applaus dari warga setempat, sehingga Bonek harus mundur
meninggalkan area Stasiun Pasarsenen. Kondisi rivalitas yang begitu panas antara Aremania dan Bonek membuat keduanya menandatangi nota kesepakatan bahwa
masing-masing kelompok suporter tidak akan hadir ke kandang lawan dalam laga
yang mempertemukan Arema dan persebaya. Nota kesepakatan yang ditandatangani oleh Kapolda Jatim bersama kedua pemimpin kelompok suporter tersebut ditandatangani di Kantor Kepolisian Daerah Jawa Timur pada tahun
1999. 
    Semenjak tahun 1999, maka kedua elemen suporter ini tidak pernah saling tandang dalam pertandingan yang mempertemukan kedua klub kesayangan
masing-masing. Tetapi nota kesepakatan itu tidak mampu meredam konflik keduanya. Tragedi Sidoarjo yang terjadi pada bulan Mei 2001 menunjukkan masih adanya permusuhan kedua elemen ini. Kala itu pertandingan antara tuan rumah Gelora Putra Delta (GPD) Sidoarjo melawan Arema Malang di Stadion Delta Sidoarjo
dalam lanjutan Liga Indonesia VII. Karena dekatnya jarak Surabaya-Sidoarjo membuat sejumlah Bonek hadir dalam pertandingan tersebut. Menjelang pertandingan dimulai, batu-batu berterbangan dari luar stadion menyerang tribun yang diduduki oleh Aremania. Kondisi ini membuat Arema meminta kepada panpel untuk mengamankan wilayah luar stadion. Karena lemparan batu belum berhenti membuat Aremania turun ke lapangan, sementara di luar stadion justru terjadi gesekan antara Bonek dengan aparat. Turunnya Aremania ke lapangan pertandingan membuat pertandingan dibatalkan. Terdesaknya aparat keamanan yang kewalahan menghadapi Bonek membuat Aremania membantu aparat dengan memberikan lemparan balasan ke arah Bonek. Aremania pun harus di evakuasi keluar stadion dengan truk-truk dari kepolisian. Kejadian rusuh yang berkaitan antara Aremania dengan Bonek masih berlanjut pada tahun 2006. kekalahan Persebaya Surabaya atas
Arema Malang di stadion Kanjuruhan dalam laga first leg Copa Indonesia membuat
kecewa Bonek di Surabaya. Seminggu kemudian, kegagalan Persebaya Surabaya
mengalahkan Arema Malang di stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya
membuat Bonek mengamuk. Laga yang berkesudahan 0-0 ini harus dihentikan
pada menit ke-83 karena Bonek kecewa dengan kekalahan Persebaya dari Arema
Malang. Kekecewaan ini mereka lampiaskan dengan merusak infrastruktur
stadion, memecahi kaca stadion, dan merusak beberapa mobil dan kendaraan
bermotor lain yang ada di luar stadion. ANTV yang menayangkan pertandingan
tersebut meliputnya secara vulgar, bahkan berkali-kali menunjukkan gambar rekaman mengenai mobil ANTV yang dirusak oleh Bonek. Aremania menyikapi hal ini dengan menyerahkannya secara total kepada pihak berwajib dan PSSI. Rivalitas
keduanya tidak hanya hadir lewat kerusuhan dan peperangan, tetapi juga
dengan nyanyian-nyanyian saat mendukung tim kesayangannya.
Bonekmania, di kala pertandingan Persebaya melawan tim manapun, pasti
akan menyanyikan lagu-lagu yang menghina Arema dan Aremania. Lagu-lagu
yang menyebutkan Arewaria, Arema Banci, Singo-ne dadi Kucing, dan beberapa lagu
lain kerap mereka nyanyikan di Stadion Gelora 10 November Tambaksari
Surabaya. 
               Hal yang sama juga dilakukan oleh Aremania, dimana lagu-lagu anti-
Bonek juga mereka kumandangkan kala Arema menghadapi tim lain di Stadion
Kanjuruhan. Bahkan persitiwa terbaru adalah tersiarnya kabar mengenai dikepruknya mobil ber-plat N ketika malam tahun baru di Surabaya oleh pemuda berkaos hijau (oknum Bonek?) Atmosfir Malang – Surabaya Seperti yang ditulis oleh Feek Colombijn dalam View from The Periphery: Football in Indonesia, dimana ia menyebut bahwa dinamika suporter di Indonesia sangat
dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa. Kultur Jawa yang mengutamakan keselarasan dalam harga diri, dimana penolakan yang amat sangat terhadap hal yang bisa
mempermalukan diri sendiri, menjadi faktor utama konflik antar suporter di Indonesia. Kultur Jawa yang menghindar dari konflik dan tidak mau dipermalukan menjadi semacam dari anti-thesis dari sepakbola yang harus siap sedia untuk dipermalukan. Tetapi kultur Jawa pula yang memicu reaksi apabila penghinaan itu terjadi di depan umum dan sangat memalukan, maka
ekspresi kemarahan dan anarkisme yang muncul untuk menjaga wibawa dan harga diri. Kondisi ini yang memicu atmosfir panas Malang–Surabaya. Geng pemuda asal Malang yang dibantai oleh Bonek di tahun 1967 memicu perasaan dendam dari Arek Malang. 
                 Belum lagi persoalan rivalitas “number one”, dimana dalam level propinsi posisi Malang masih dibawah Surabaya. Sifat tidak terima Arek Malang menjadi nomor dua dibawah Arek Suroboyo ini membuat keduanya susah berjabat tangan. Persaingan atas dasar pride ini berlanjut pasca melorotnya prestasi Persema
Malang, dimana Arema mengambil alih posisi rivalitas Malang-Surabaya tersebut.
Pergulatan harga diri ini terlihat jelas ketika Aji Santoso pindah dari Arema ke
Persebaya, akhirnya Aji Santoso pun dianggap pengkhianat oleh Aremania. Ketika Aji Santoso ingin kembali ke Malang, ia pun harus melalui begitu banyak tim sebelum akhirnya mengakhiri karirnya bersama Arema Malang. Ahmad Junaedi
pun menjadi korban rivalitas Aremania- Bonek. Ketika Ahmad Junaedi sudah menjadi bintang sepakbola nasional dan dibeli Surabaya, maka ketika Persebaya menawarkan Ahmad Junaedi untuk kembali ke Arema pun ditolak oleh
Aremania. Akhirnya Arema pun lebih memilih untuk mengasah bakat Johan Prasetyo daripada memakai tenaga Ahmad Junaedi . Dalam hal simbol pun tantangan kepada Bonek juga dikumandangkan. Dengan pemilihan simbol singa
menunjukkan bahwa di belantara Jawa Timur Arema ingin menjadi nomor satu,
diatas Ikan Sura dan Buaya. Arema menjadi identitas resistensi daerah terhadap
pusat (Surabaya) , dimana melalui dialek jawa timur dengan tatanan huruf yang
dibalik pada osob kiwalan khas Malang seolah menunjukkan bahwa Arema
menjadi identitas kultural masyarakat Malang. Selain itu Arema juga merupakan
pemersatu warga kota Malang yang sebelumnya terpecah pada beberapa
desa/wilayah/daerah. Arek Malang selalu berusaha membedakan dirinya dengan
arek Suroboyo. Ketika arek Suroboyo itu bondho nekad, maka arek Malang itu
bondho duwit. Ketika Bonek itu suka membuat kerusuhan, maka Aremania ingin
menyebarkan virus perdamaian. Konflik identitas juga menjadi lahan rivalitas kedua
kubu suporter besar Jawa Timur ini.
at October 06, 2018 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Profil dan Biografi Ustadz Abdul Somad




Biografi Ustadz Abdul Somad
Bernama lengkap Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A. Beliau akrab dikenal sebagai Ustadz Abdul Somad. Ia lahir di sebuah desa bernama Silo Lama di wilayah kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada tanggal 18 Mei 1977.
Diketahui ibu Abdul Somad bernama Hajjah Rohana. Ibunya merupakan keturunan dari Syekh Abdurrahman atau dikenal sebagai Syekh Silau Laut . Ia ada ulama besar di kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Masa Kecil Abdul Somad
Sejak kecil, orang tua Abdul Somad sudah memasukkan anaknya disekolah yang berkultur agama islam. Ustad Abdul Somad memulai sekolahnya di SD Al-Washliyah Medan dan tamat disana pada tahun 1990.
Dalam Biografi Ustadz Abdul Somad, Dari situ, orang tuanya kemudian memasukkannya ke sekolah pesantren Darularafah di wilayah Deliserdang, Sumatera Utara. Disana ia mengenyam pendidikan selama satu tahun sebelum pindah ke Riau pada tahun 1994.
Masa Remaja
Dalam biografi Ustadz Abdul Somad, Ia bersekolah di Madrasah Aliyah Nurul Falah di wilayah Indragiri Hulu dan tamat pada tahun 1996. Setelah menamatkan sekolahnya, Ustad Abdul Somad kemudian melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi.
Ia kuliah di UIN SISKA Riau. Di kampus ini, Ustad Abdul Somad hanya mengenyam pendidikannya selama dua tahun saja, hingga tahun 1998.
Kuliah di Al-Azhar, Mesir
Ustadz Abdul Somad melanjutkan pendidikannya di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir setelah berhasil mendapatkan beasiswa dari pemerintah Mesir. Ia terpilih sebagai salah satu dari 100 penerima beasiswa dengan mengalahkan 900 pelamar lainnya. Di Universitas Al-Azhar, Mesir, Abdul Somad menyelesaikan kuliahnya dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan dan berhasil mendapatkan gelar .Lc (License) yang merupakan gelar bagi lulusan pendidikan di kawasan timur tengah termasuk Mesir.
Lulusan Master di Maroko
Ustad Abdul Somad kemudian melanjutkan pendidikan S2 nya pada tahun 2004 di Maroko tepatnya di Institut Dar Al-Hadis Al-Hassania melalui beasiswa kerajaan Maroko.
Abdul Somad merupakan salah satu dari 5 orang asing yang diterima kuliah disana. Abdul Somad menyelesaikan pendidikan masternya dalam jangka waktu 1 tahun 11 bulan dan meraih gelar D.E.S.A (Diplôme d’Etudes Supérieurs Approfondies).
Dosen dan Penceramah
Ustadz Abdul Somad diketahui bekerja sebagai dosen bahasa arab dan tafsir hadist di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dari tahun 2009. Selain itu beliau juga mengajar sebagai Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur, Riau.
Dalam Biografi Ustadz Abdul Somad, Beliau juga pernah aktif sebagai Anggota MUI Provinsi Riau dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama dan anggota badan amil zakat di Riau dari tahun 2009 hingga 2014. 
Istrinya dan Anak Ustadz Abdul Somad
Dilansir dari tribunnews.com, diketahui bahwa Ustadz Abdul Somad telah menikah. Istri Ustadz Abdul Somad merupakan seorang istri yang taat. Ustadz Abdul Somad menikah pada usia 31 tahun di tahun 2008. Anak Ustadz Abdul Somad bernama Mesian Haziq Abdillah.
Ustadz Abdul Somad di Youtube
Kini Ustadz Abdul Somad aktif dalam memberikan ceramah agama islam di berbagai pelosok di wilayah Indonesia. Dimulai dari memberikan dakwah agama melalui kanal Youtube nama Ustad Abdul Somad semakin dikenal di masyarakat setelah video-video ceramahnya menjadi viral di internet.
Ceramah atau isi dakwahnya menegnai agama islam sangat berbobot sesuai dengan kapasitas dirinya sebagai seorang ulama, da’i sekaligus dosen agama islam.
Pertanyaan dari para jamaahnya ia jawab berdasarkan sesuai pandangan-pandangan imam mazhab dan mudah dimengerti.  Sosoknya yang cerdas dan gayanya yang sederhana membuat Ustad Abdul Somad banyak disukai oleh jamaah atau masyarat sehingga ia banyak menerima undangan untuk ceramah.
Ustad Abdul Somad juga banyak menerjemahkan buku-buku dari Timur Tengah yang memuat mengenai permasalahan seputar rumah tangga dalam islam dan permasalah lain dalam agama islam.
Beliau juga sudah menulis tiga buah buku yang berjudul 37 Masalah Populer, 99 Pertanyaan Seputar Sholat dan buku berjudul 33 Tanya Jawab Seputar Qurban.
Kandidat Cawapres 2019
Ustadz Abdul Somad semakin melejit namanya di masyarakat takkala ia disebut-sebut sebagai bakal calon wakil presiden 2019 mendampingi prabowo subianto
 sebagai calon Presiden.

Riwayat Pekerjaan :
  • Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Dosen Tafsir dan Hadis di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau
  • Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru
  • Anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian
  • Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau, Komisi Pengembangan
  • Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau

Sumber Artikel:
https://www.biografiku.com/profil-dan-biografi-ustadz-abdul-somad-beserta-biodata/
at October 06, 2018 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

KETERGANTUNGAN INDONESIA TERHADAP MINYAK OLAHAN PRODUKSI SINGAPURA




KETERGANTUNGAN INDONESIA TERHADAP
MINYAK OLAHANPRODUKSI SINGAPURA
Risna Guntar Perdana
Jurusan Hubungan Internasional, Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Padjajaran, Jl. Dago Asri 25, Bandung, Indonesia.




 Pendahuluan
Perkembangan Ekonomi dunia yang begitu pesat telah meningkatkan kadar hubungan saling ketergantungan dan mempertajam persaingan, yang menambah semakin rumitnya strategi pembangunan dengan mengandalkan ekspor. Di lain pihak hal itu merupakan suatu tantangan dan kendala yang membatasi. Di pihak lain, hal tersebut merupakan peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional. Bahkan beberapa negara memanfaatkan hal tersebut untuk saling membuka kerja sama yang 
menguntungkan baik dalam lingkup internasional, regional, maupun bilateral. Kerja sama yang dilakukan pun memiliki bermacam-macam motif dengan tujuan yaitu untuk mendapatkan keuntungan serta mencapai kesejahteraan bagi masing-masing pelaku kerja sama itu.Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak pulau dan penduduk yang 
banyak. Luas dan tersebarnya wilayah Indonesia membuat antara satu wilayah dengan yang lain tidak dapat terjangkau dengan mudah. Ditambah dengan peningkatan jumlah penduduk, kegiatan perekonomian menjadi lebih meningkat. Meningkatnya kegiatan di bidang perekonomian tersebut menyebabkan semakin tingginya kebutuhan akan penggunaan energi, yang tidak lain energi itu berasal dari sumber bahan bakar minyak. Secara langsung, hal ini memberikan pengaruh pada terjadinya meningkatan dalam konsumsi Bahan Bakar 
Minyak (BBM), bahkan konsumsi penggunaan BBM dinilai telah melampaui quota yang ditetapkan di dalam APBN.Berdasarkan data realisasi konsumsi BBM subsidi tiga tahun terakhir, konsumsi BBM pada 2012 mencapai 45 juta kiloliter (KL) atau naik 3,02 juta KL 
dibandingkan tahun 2011 yang sebesar 41,76 juta KL. Sementara realisasi konsumsi BBM subsidi 2010 sebesar 38,26 juta KL.1BBM sendiri merupakan salah satu bentuk dari minyak olahan.Tingginya konsumsi minyak olahan tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Hampir di seluruh negara di dunia memiliki kebutuhan yang sama bahkan lebih tinggi lagi, yang 
tentunya membutuhkan penggunaan minyak olahan sebagai energi utamanya. 
Konsumsi minyak olahan setiap tahun terus mengalami kenaikan yang signifikan.Tingginya konsumsi minyak olahan tersebut harus diimbangi dengan tingginya angka produksi minyak tersebut pula, untuk mencukupi kondisi tersebut.Beberapa perusahaan-perusahaan 
dari negara besar di dunia dengan kemampuan tekhnologinya berusaha untuk 
mengembangkan industriproduksi minyak mentah menjadi minyak olahan.Di kawasan Asia Tenggara sendiri yang merupakan kawasan konsumen energi minyak dan gas berusaha untuk memproduksi minyak olahan dari sumber yang ada.Salah satu negara yang 
merupakan pengolah minyak olahan adalah Singapura, meskipun kita ketahui negara tersebut tidak memiliki eksplorasi maupun eksploitasi minyak.Singapura 
memiliki kilang minyak tercanggih di dunia.Sehingga hanya dengan membeliminyak mentah dari mana-mana kemudian minyak tersebut diproduksi dan di ekspor kepada negara-negara di dunia, termasuk Indonesia dan mungkin Singapura dapat menjadi pusat perdagangan minyak bumi dan gas di Asia Tenggara. Selain canggih, kilang minyak di Singapura juga 
merupakan terbesar di Asia Tenggara.Jika dibandingkan dengan Indonesia, kapasitas 
kilang minyak Singapura lebih besar dengan besarnya untuk cadangan BBM terhadap warga negaranya.Singapura memiliki 4,7 juta penduduk, mempunyai kapasitas kilang mencapai 1,3 juta barel lebih per hari dan dapat sebagai cadangan BBM untuk 90 hari. Sedangkan Indonesia hanya hanya 800.000 barel per hari, untuk240 juta jiwa penduduk dan untuk cadangan selama 21 hari.

          Tingginya kebutuhan yang mengharuskan penggunaan energi membuat angka konsumsi BBM di Indonesia naik.Total kebutuhan konsumsi BBM di Indonesia yang mencapai 1,4 juta barel BBM per hari. Prroyeksi kebutuhan BBM nasional dalam kajian ini 
menggunakan asumsi antara lain: pertumbuhan jumlah penduduk (rata-rata 1,05% per tahun), pertumbuhan ekonomi (rata-rata 6,5% per tahun), discount rate 12% dan harga minyak mentah dunia USD 80 per barel.Melalui perhitungan tersebut, kebutuhan BBM (tidak termasuk biofuel) diproyeksikan meningkat rata-rata 3,18% per tahun selama tahun 2006 s.d. 2030. Konsumsi bensin dan ADO tumbuh rata-rata 5,68% per tahun dan 2,18% per tahun sedangkan konsumsi minyak tanah (kerosene) turun rata-rata 2,97% per tahun. Dari sisi pengguna, sektor transportasi tumbuh rata-rata 5% per tahun dan sektor PKP (pertanian, konstruksi dan pertambangan atau ACM) tumbuh rata-rata 5,31% per tahun.Dihadapkan dengan angka produksi BBM di Indonesia yang hanya mencapai 649.000 bph, tidak mungkin lagi untuk mencukupi kebutuhan BBM di Indonesia.6Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip melalui Detik Finance, Selasa (11/2/2014), sepanjang 2013 lalu Indonesia mengimpor hasil minyak atau BBM dengan total US$ 28,56 miliar atau sekitar Rp 285 triliun, berjumlah 29,6 juta ton. Dari jumlah itu, nilai impor BBM dari Singapura adalah 
US$ 15,145 miliar atau sekitar Rp 151 triliun. Jumlah BBM yang diimpor Indonesia dari Singapura mencapai 29,6 juta ton.Tidak hanya dari Singapura saja, Indonesia juga mengimpor minyak dari negara-negara lainnya. Sepanjang tahun 2013, impor minyak dari negara-negara tersebut adalah sebagai berikut ;Malaysia, dengan nilai US$ 6,4 miliar atau Rp 64 triliun, jumlahnya mencapai 6,7 juta ton. Korea Selatan, dengan nilai US$ 2,53 miliar atau sekitar Rp 25 triliun, jumlahnya 2,7 juta ton. Kuwait, dengan nilai US$ 906 juta atau sekitar Rp 9 triliun, jumlahnya 1,07 juta ton. Arab Saudi, dengan nilai US$ 709 juta atau sekitar Rp 7 triliun, jumlahnya 735 ribu ton.Qatar, dengan nilai US$ 538 juta atau sekitar Rp 5 triliun, jumlahnya 562 ribu ton.Uni Emirat Arab, dengan nilai US$ 367 juta atau sekitar Rp 3 triliun, jumlahnya 371 ribu ton.Taiwan, dengan nilai US$ 312 juta atau sekitar Rp 3 triliun, jumlahnya 310 ribu ton.Rusia, dengan nilai US$ 261 juta atau sekitar Rp 2 triliun lebih, jumlahnya 277 ribu ton.China, dengan nilai US$ 257 juta atau sekitar Rp 2 triliun lebih, jumlahnya 245 ribu ton.Sisanya dari negara lain, dengan nilai US$ 1,05 miliar atau Rp 10 triliun lebih jumlahnya 1,01 juta ton.

Pola Ketergantungan

   Kerja sama yang dilakukan oleh Indonesia dengan Singapura mengenai minyak bumi telah memberikan keuntungan yang cukup signifikan. Bagi Indonesia, keuntungan didapatkan melalui ekspor minyak mentah ke negara-negara produsen minyak olahan. Dengan melihat 
data pada Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Ekspor Indonesia pada Desember 2013 mengalami peningkatan sebesar 6,56 % dibanding November 2013, yaitu dari US$15.938,6 juta menjadi US$16.983,6 juta. Bila dibandingkan dengan Desember 2012, ekspor mengalami peningkatan sebesar10,33 %. Peningkatan hasil ekspor Indonesia secara keseluruhan disebabkan oleh ekspor migas yang naik sebesar 23,07%, yaitu dari US$2.766,9 juta menjadi US$3.405,1 juta. Lebih lanjut peningkatan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah sebesar 12,49 % menjadi US$858,6 juta dan ekspor hasil minyak sebesar 84,52 % menjadiUS$500,8 juta, demikian juga ekspor gas meningkat sebesar 18,10 % menjadi US$2.045,7 juta.Dalam kasus perdagangan minyak bumi, Singapura sebenarnya merupakan importir minyak yang sangat besar yang mendatangkan 
minyak mentah dari berbagai negara termasuk dari Indonesia. Meski tidak memiliki cadangan minyak, Singapura mengoperasikan kilang pengolahan minyak yang sangat besar di pulau Jurong yang dikelola oleh tiga perusahaan, yaitu Exxon Mobil Jurong Island Refinery, berkapasitas 605.000 barel per hari; Singapore Refinery Company Jurong Island Refinery, berkapasitas 285.000 barel per hari; dan Shell Pulau Bukom Refinery, berkapasitas 458.000 barel per hari. Jadi Singapura memiliki kilang minyak berkapasitas total 1.348.000 bareoleh ekspor migas yang naik sebesar 23,07 %, yaitu dari US$2.766,9 juta menjadi US$3.405,1 juta. Lebih lanjut peningkatan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah sebesar 12,49 % menjadi US$858,6 juta dan ekspor hasil minyak sebesar 84,52 % menjadi US$500,8 juta, demikian juga ekspor gas meningkat sebesar 18,10 % menjadi US$2.045,7 juta.Dalam kasus perdagangan minyak bumi, Singapura sebenarnya merupakan importir minyak yang sangat besar yang mendatangkan minyak mentah dari berbagai negara termasuk dari Indonesia. Meski tidak memiliki cadangan minyak, Singapura mengoperasikan kilang pengolahan minyak yang sangat besar di pulau Jurong yang dikelola oleh tiga perusahaan, yaitu Exxon Mobil Jurong Island Refinery, berkapasitas 605.000 barel per hari; Singapore Refinery Company Jurong Island Refinery, berkapasitas 285.000 barel per hari; dan Shell Pulau Bukom Refinery, berkapasitas 458.000 barel per hari. Jadi Singapura memiliki kilang minyak berkapasitas total 1.348.000 barel per hari. Dengan industri kilang yang mampu memberikan added valueseperti ini, singapura menjadi ―negara jasaoleh ekspor migas yang naik sebesar 23,07 %, yaitu dari US$2.766,9 juta menjadi US$3.405,1 juta. Lebih lanjut peningkatan ekspor migas disebabkan oleh naiknya 
ekspor minyak mentah sebesar 12,49 % menjadi US$858,6 juta dan ekspor hashasi
minyak sebesar 84,52 % menjadi US$500,8 juta, demikian juga ekspor gas 
meningkat sebesar 18,10 % memenjadi $2.045,7 juta. Dalam kasus perdagangan minyak bumi, Singapura sebenarnya merupakan importir minyak yang sangat besar yang mendatangkan minyak mentah dari berbagai negara termasuk dari Indonesia. Meski tidak
memiliki cadangan minyak, Singapura mengoperasikan kilang pengolahan minyak yang sangat besar di pulau Jurong yang dikelola oleh tiga perusahaan, yaitu Exxon Mobil Jurong Island Refinery, berkapasitas 605.000 barel per hari; 
Singapore Refinery Company Juron island Refinery, berkapasitas 285.000 barel per hari; dan Shell Pulau Bukkom refinery, berkapasitas 458.000 barel per hari. Jadi Singapura memiliki kilang minyak berkapasitas total 1.348.000 barel per hari. Dengan industri kilang yang mampu memberikan added valueseperti ini, singapura menjadi ―negara jasa yang mampu hidup hanya dengan membeli bahan baku dengan harga murah dan mengolahnya menjadi bahan jadi yang dilepas dengan harga yang lebihmahal. Tingginya penjualan minyak olahan dari Singapura dihadapkan dengan bahan mentah yang diperoleh dengan harga murah merupakan keuntungan bagi negara tersebut.Permasalahan mengenai hubungan timbal balik antara Indonesia dengan Singapura mengenai bidang perekonomian 
terutama di sektor minyak, merupakan cermin dari adanya hubungan timbal balik 
yang dipengaruhi oleh faktor sekitarnya.Indonesia yang memiliki laju 
pertumbuhan ekonomi dengan baik, berusaha untuk mempertahankan kondisi 
tersebut, yang berakibat salah satunya adalah membuat terjadinya peningkatan 
terhadap konsumsi minyak olahan.Kondisi awal inilah membuat Indonesia dan 
Singapura terjadi interdependensi.Di satu sisi Indonesia memiliki kekayaan minyak 
mentah yang diekspor salah satunya kepada Singapura. Dari minyak mentah Indonesia tersebut, oleh Singapura diolah menjadi minyak yang siap pakai dan selanjutnya diekspor ke negara lain termasuk Indonesia di dalamnya. Semakin berkembangnya laju pertumbuhan ekonomi kedua negara tersebut, kebutuhan untuk energi menjadi meningkat.Bagi Indonesia, kondisi ini memberikan pengaruh yang sangat besar. Kebutuhan 
akan minyak olahan yang tinggi, tidak mampu dicukupi dengan produksi minyak 
yang ada, dan membuat Indonesia menjadi importir minyak olahan. Belum mampunya Indonesia untuk memproduksi minyak dalam jumlah yang besar, membuat 
Indonesia harus tergantung pada impor minyak olahan.Salah satu impor terbesar Indonesia adalah dari produksi minyak Singapura.Hal inilah yang menyebabkan terjadi ketergantungan Indonesia terhadap Singapura.Sebaliknya bagi Singapura sendiri, untuk memproduksi minyak olahan membutuhkan bahan mentah dari negara penghasil minyak.Untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi, maka Singapura mengimpor minyak mentah dari beberapa negara, termasuk Indonesia. Kebutuhan minyak mentah Singapura sendiri dapat tercukupi dari beberapa negara itu, dan keberadaanminyak mentah Indonesia tidak membuat Singapura tergantung pada Indonesia. Ketergantungan Indonesia terhadap Singapura tersebut juga diungkapkan oleh Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo, Indonesia selama ini yang mampu hidup hanya dengan membeli bahan baku dengan harga murah dan mengolahnya menjadi bahan jadi yang dilepas dengan harga yang lebih mahal. Tingginya penjualan minyak olahan dari Singapura dihadapkan dengan bahan mentah yang diperoleh dengan harga murah merupakan keuntungan bagi negara tersebut.Permasalahan mengenai hubungan timbal balik antara Indonesia dengan Singapura mengenai bidang perekonomian 

    bergantung pada impor BBM untuk memenuhi tingginya kebutuhan konsumsi BBM seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Kalau Singapura dan Malaysia tidak ekspor 
BBM, dalam waktu lima hari kita (Indonesia) bisa meninggal. Sebab kita punya banyak pesawat tempur, nah itu mau diisi apa kalau bukan BBM. Mau diisi air?Beliau juga menambahkan Jadi total impor BBM, minyak mentah dan solar per hari bisa mencapai 800 ribu-900 ribu barel per hari.Dan nilai impornya bisa menyentuh sekitar US$ 120 juta per hari 
(dengan asumsi harga minyak US$ 120 per barel).20Kondisi inilah yang membuat pola hubungan antara Indonesia dan Singapura menjadi asimetris atau tidak seimbang.Dimana Indonesia yang sangat bergantung pada minyak olahan produksi Singapura, dan sebaliknya bagi Singapura sendiri, keberadaan minyak mentah Indonesia tidak terlalu memberikan pengaruh bagi Singapura.


Penyebab Ketergantungan

        Kerja sama yang dilakukan oleh Indonesia dan Singapura dalam mencapai absolute gains terus berjalan. Dengan mengikuti pertumbuhan ekonomi dan dinamika yang terjadi baik dalam lingkup internasional, regional, dan bilateral kedua negara tersebut, kerja sama di sektor minyak terus mengalami peningkatan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga memberikan pengaruh pada penggunaan energi terutama dari sektor minyak.Semakin tingginya angka pertumbuhan perekonomian, akan membuat kebutuhan energi dalam menjalankan kegiatan perekonomian tersebut semakin tinggi. Tingginya kebutuhan energi inilah yang membuat konsumsi minyak yang sudah diolah menjadi tinggi.Dalam pembahasan masalah ini, di Indonesia sendiri penggunaan minyak sebagai sumber energi terbesar pada bidang transportasi dan industri.Kita melihat dari penggunaan minyak olahan 
untuk transportasi yaitu sebagai bahan bakar kendaraan bermotor di Indonesia saja, setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang dikarenakan penggunaan kendaraan yang terus mengalami peningkatan. Berdasarkan Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah kendaraan yang masih beroperasi di seluruh Indonesia pada 2013 mencapai 104,211 juta unit, naik 11 % dari tahun sebelumnya (2012) yang cuma 
94,299 juta unit. Dari jumlah itu, populasi terbanyak masih disumbang oleh sepeda motor dengan jumlah 86,253 juta unit di seluruh Indonesia, naik 11 % dari tahun sebelumnya sekitar 77,755 juta unit. Jumlah terbesar kedua disumbang mobil penumpang dengan 10,54 juta unit, yang juga naik 11 % dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 9,524 juta unit. Populasi mobil barang (truk, pick up, dan lainnya) tercatat 5,156 juta unit, naik 9 % dari 4,723 juta unit. Banyaknya jumlah kendaraan ini membuat penggunaan minyak olahan semakin meningkat, karena kendaraan tersebut berbahan bakar dari minyak hasil olahan. Bahkan penggunaan 
minyak olahan tersebut mencapai angka 1,4 juta barel per harinya. Namun dengan melihat kondisi produksi minyak olahan yang dilakukan oleh Indonesia sendiri, jumlah tersebut sulit untuk terpenuhi.Produksi minyak olahan Indonesia hanya mampu memproduksi sebanyak 649.000 bph.

              Impor minyak olahan Indonesia dari Singapura merupakan salah satu bentuk interdependensi ekonomi dengan negara sebagai aktor. Interdependensi yang terjadi tersebut merupakan salah satu dampak dari adanya modernisasi di bidang tekhnologi saat ini.Perkembangan tekhnologi saat ini mengharuskan digunakannya mesin sebagai alat pembantu kehidupan manusia dan mesin tersebut membutuhan adanya bahan bakar yang merupakan minyak olahan. Interdependensi itu sebenarnya merupakan turunan dari perspektif Liberalisme yang mengedepankan adanya kerjasama antara satu aktor dengan yang lain. Liberalisme interdependensi memiliki asumsi bahwa modernisasi akan meningkatkan tingkat interdependensi antar negara. Aktor transnasional menjadi semakin penting, kekuatan militer merupakan instrumen yang tidak absolut dan kesejahteraan merupakan tujuan yang dominan dari negara. Interdepensi kompleks akan menciptakan dunia hubungan internasional yang jauh lebih kooperatif. Semakin berkembang dan meningkatnya teknologi, secara tidak langsung akan mempengaruhi terhadap interdependensi antara Indonesia dan Singapura melalui penggunaan minyak olahan untuk memenuhi kebutuhan Indonesia tersebut.


Dampak Ketergantungan




     Konsumsi Indonesia terhadap minyak olahan produksi dari Singapura yang telah menimbulkan ketergantungan yang berkepanjangan. Jika melihat kondisi produksi minyak olahan di Indonesia, bukan tidak mungkin ketergantungan tersebut akan terus terjadi. Kondisi tersebut akan memberikan berdampak pada berbagai bidang seperti ekonomi dan 
politik baik bagi kedua negara tersebut, maupun kepada negara-negara lain yang berada di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Di bidang ekonomi sendiri, dengan adanya impor minyak olahan dari luar tentu saja jelas bahwa banyak kerugian karena banyak pengeluaran untuk belanja minyak olahan.Dengan demikian membuat keuangan negara menjadi sedikit 
mengalami kesulitan.Impor Indonesia dapat dibedakan dalam kelompok migasdan nonmigas. Nilai impor IndonesiaJanuari−Desember 2013 mencapai US$186.631,3 juta atau turun US$ 5.058,2 juta(2,64 persen) dibanding periode yang samatahun sebelumnya. Penurunan tersebutdipicu oleh turunnya impor nonmigas yaitu sebesar US$ 7.760,8 juta atau 5,20persen. Sebaliknya impor migas mengalami peningkatan US$ 2.702,6 juta
(6,35 persen). Secara lebih rinci peningkatan impor migas disebabkan oleh naiknya nilai impor minyak mentah dan gas masing-masing sebesar US$ 2.782,6juta (25,76 persen) dan US$ 31,4 juta(1,02 persen). Sementara impor hasil minyak turun sebesar US$ 111,4 juta (0,39 persen). 
                 Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa ketergantungan Indonesia terhadap 
minyak olahan produksi Singapura disebabkan karena tingginya konsumsi minyak olahan di kalangan masyarakat Indonesia.Dari tingginya angka konsumsi tersebut, Indonesia tidak dapat mengimbangi dengan produksi yang memadai, dikarenakan kondisi kilang minyak di Indonesia yang terbilang cukup tertinggal secara tekhnologi.Hal tersebut membuat Indonesia harus mengambil langkah dengan mengimpor minyak olahan dari negara luar.Dan pada akhirnya justru menjadi suatu ketergantungan terhadap produksi minyak olahan dari 
Singapura.Sampai saat ini hampir setengah minyak olahan yang kita konsumsi berasal 
dari negara Singapura.

DAFTAR PUSTAKA

Anak Agung Banyu Perwita dan Yanyan Moh Yani.2005. Pengantar Ilmu 
Hubungan Internasional. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hal 78.
Berita Resmi Statistik, BPS. 2013.


Perkembangan Ekspor dan ImporIndonesia Desember 2013.Diakses
melaluih. http://www.bps.go.id/brs_file/eksim_0 3feb14.pdf.

Jackson, R. dan Sorensen, G. 2005.Pengantar Studi Hubungan Internasional.Jakarta: Pustaka Pelajar.

John Baylis. 2008. The Globalization of world Politics : An Introduction toInternational Relations, Fourth Edition. Oxford: University Expres.Hal 132.
at October 03, 2018 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

keistimewaan Habib luthfi pekalongan dimata abah uci




Video tersebut berisi keistimewaannya Habib luthfi pekalongan dimata abah uci... semoga dengan video tersebut dapat menambah rasa sayang kita kepada ulama
at October 03, 2018 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Korban Gempa bumi dan Tsunami di Palu

Korban jiwa akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah terus bertambah. Hingga pukul 13.00 WWIB, Selasa, 2 Oktober 2018, jumlah korban jiwa sudah mencapai 1.234 orang.
  Dalam keterangan pers yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, korban luka berat 799 orang dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara jumlah korban hilang tercatat sebanyak 90 orang.
"Data terbaru sampai pukul 13.00 wib, ada 1.234 orang meninggal dunia. Korban itu di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong," kata Sutopo di kantornya, Selasa, 2 Oktober 2018.
Dari pendataan awal yang dilakukan BNPB, korban tertimbun akibat terjangan tsunami dan gempa mencapai 152 orang. Akibat bencana itu, ada 65.000 rumah warga yang rusak.
"Korban tertimbun 152 orang. Sementara itu pengungsi 61.000. Rumah rusak 65.000," katanya.
Penanganan darurat bencana gempa Palu masih terus dilakukan. Meski kerusakan dan jumlah korban jiwa akibat bencana ini cukup banyak, tapi pemerintah belum memutuskan kejadian ini sebagai bencana nasional.
Pemerintah memilih untuk bergerak cepat, tanpa harus menunggu perubahan status bencana nasional atau tidak. Sebab yang lebih penting daripada itu ialah penanganan cepat dan tepat, alih-alih masalah prosedur atau administrasi, status bencana daerah atau bencana nasional, dan lain-lain.

Semoga masyarakat di palu di kuatkan hatinya dalam menjalankan ujian dari tuhan
Sumber berita:
https://www.google.com/search?ie=UTF-8&source=android-browser&q=jumlah+korban+gempa+palu
at October 02, 2018 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Pemerintah Inggris berikan bantuan 38M untuk Gempa di palu

Jakarta - Pemerintah Inggris menyetujui bantuan dana untuk bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala. Bantuan yang disetujui senilai Rp 38 miliar. 

"Saya ingin mengucapkan turut berdukacita atas jatuhnya korban-korban di gempa dan tsunami di Palu. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran," kata Dubes Inggris di Indonesia Moazzam Malik, Selasa (2/10/2018). 
"Pemerintah Inggris, dalam hal ini Menteri Pembangunan Internasional Inggris, telah menyetujui bantuan kemanusiaan senilai Rp 38 miliar," imbuhnya. 
Pernyataan Moazzam Malik tersebut berdasarkan rilis yang diterima dari Kepala Media Komunikasi Kedubes Inggris John Nickell. 

Moazzam menyatakan saat ini pihak Kementerian Pembangunan Internasional Inggris tengah dalam perjalanan ke Indonesia untuk mengkoordinasikan bantuan tersebut. 

"Tim dari kementerian tersebut sedang menuju ke Jakarta untuk mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan, khususnya dengan pemerintah Indonesia," tutur Moazzam.
Selain itu, pihak pemerintah Inggris mengupayakan mendistribusikan bantuan selain berupa uang. Bantuan yang dimaksud antara lain tenda, selimut, hingga dapur portabel yang saat ini berada di Dubai. 

"Kami juga berhubungan dengan maskapai untuk memindahkan bahan-bahan tersebut ke Palu atau bandara-bandara besar sekitar daerah darurat," tutur Moazzam. 

sumber berita:
https://m.detik.com/news/berita/4239462/inggris-setujui-bantuan-rp-38-m-untuk-bencana-gempa-tsunami-palu#top

at October 02, 2018 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Religion and Political Behavior


Read more »
at October 02, 2018 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Kepercayan, sistem pemerintahan Bangsa inca, Bangsa Maya, bangsa Aztec dan peradaban india kuno

1   Kepercayaan dan sistem pemerintahan Bangsa Inca, bangsa maya dan bangsa Aztec Kepercayaan Bangsa Inca: Masyarakat Inca perca...

Sukse penghasilan

Project

Star

Followers

About Me

View my complete profile

Blog Archive

  • ▼  2020 (4)
    • ▼  May (4)
      • Kepercayan, sistem pemerintahan Bangsa inca, Bangs...
      • Seni Kriya Tekstil
      • Surat at taubah
      • Review Aplikasi zoom
  • ►  2019 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  October (5)
    • ►  September (8)
    • ►  May (4)
  • ►  2018 (51)
    • ►  November (18)
    • ►  October (18)
    • ►  September (15)
  • ►  2015 (10)
    • ►  September (2)
    • ►  July (1)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2014 (19)
    • ►  August (2)
    • ►  February (3)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (69)
    • ►  November (16)
    • ►  October (28)
    • ►  September (14)
    • ►  August (11)

Labels

  • 9 Pekerjaan IT yang diminati
  • Bioteknologi
  • cerpen ( GITAR CINTA PENUH DARAH)
  • jenis jenis pariwisata
  • ketentuan ketentuan pokok kekuasaan kehakiman
  • mengatasi permasalahan ekonomi di bidang makro ;
  • penyebab terjadinya diferensiasi sosial
  • SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA
  • SOLUSI MENGATASI BANJIR DAN MENURUNNYA PERMUKAAN AIR TANAH
  • Teori Masuknya Agama Hindu ke Indonesia

Report Abuse

Pendidikan

Social Icons

WELCOME TO MY BLOG

WELCOME TO MY BLOG

Featured Posts

LazadaID
http://toplinks.indo.su/in333353
daftar di toplinks jadilah blog no 1 di dunia
toplinks.indo.su
Flag Counter

Total Pageviews

Translate

Followers

Social Icons

[soundcloud url="https://api.soundcloud.com/tracks/114349674" width="100%" height="166" iframe="true" /]https://soundcloud.com/quanime2nd/dhyo-haw-gue-apa-adanya &auto_play=true&show_artwork=true">

civil religion

ceramah

agama

pendidikan

Project

Pages

  • Home

Popular Posts

  • penyebab terjadinya diferensiasi sosial
    SEBELUM KITA MEMBAHAS PENYEBAB TERJADINYA DIFERENSIASI SOSIAL, KURANG LENGKAP JIKA KITA TIDAK MEMBAHAS APA ITU DIFERENSIASI SOSIAL? ...
  • MENGENAL SUPPORTER dan MACAM-MACAM CIRIKHAS NYA
    MENGENAL SUPPORTER dan MACAM-MACAM CIRIKHAS NYA ( kalo jadi supporter harus memahami ini kawan :) ) S U P P O R T E R Menurut Hinca...
  • mengatasi permasalahan ekonomi di bidang makro
    Berikut adalah beberapa kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah guna  mengatasi berbagai permasalahan ekonomi di bidang makro ; ...
  • artikel " Persija dan The jak mania "
    Siapa rakyat indonesia yang gila bola tidak kenal dengan PERSIJA?? PERSIJA adalah klub kebanggaan warga jakarta. PESIJA banyak mempunyai pr...
  • Post Pertama
    test.... udah segitu aja, iya segitu aja... Salam kenal ya semua, saya Bayu Eko Prasetyo dipanggil bayu,  saya sekolah di Sman ( Senior...
  • BIOGRAFI Habib Ahmad al-Kaff
    KOTA PALEMBANG TIDAK HANYA DIPENUHI EMPEK SAJA TAPI MUTIARA YANG TERSEMBUNYI NAN MAHAL PUN ADA kali ini saya akan membahas seorang ula...
  • Bioteknologi
    Perkembangan bioteknologi : 1. Era bioteknologi generasi pertama  bioteknologi sederhana. Penggunaan mikroba masih se...
  • BULAN MAULID
    ketika kita ulang tahun, kita pasti kepengen dikasih kado, iyakan?! Bagaimana dengan ulang tahunnya NABI MUHAMMAD SAW, kado apa yang akan...
  • sejarah Yahudi
    Buku ini menyibak sebuah buku rahasia yang sengaja disembunyikan orang Yahudi dari orang-orang non-Yahudi karena buku tersebut berisi semu...
  • PULAU SUMBA
    PULAU SUMBA Pulau Sumba  adalah sebuah  pulau  di Provinsi  Nusa Tenggara Timur ,  Indonesia . Luas wilayahnya 10.710 km², dan titik...

Search This Blog

Awesome Inc. theme. Theme images by molotovcoketail. Powered by Blogger.