Sosiologi Hukum

Sosiologi Hukum bertujuan menjelaskan secara praktis bekerjanya sosiologi hukum. Kajian sosiologi hukum tidak hanya mengkaji hukum secara normatif, akan tetapi dikaitkan dengan gejala sosial yang ada dalam masyarakat. Hal ini berkaitan dengan anggapan bahwa hukum lahir dari kontrak sosial, yakni kesepakatan yang dibuat oleh anggota masyarakat untuk mempertahankan nilai. 

Tiada hukum tanpa masyarakat. Karena hukum tercipta dan diciptakan oleh masyarakat untuk dijadikan pedoman bertingkahlaku anggota masyarakat dalam hubungannya dengan sesamanya. Selain itu, tentunya untuk menjaga keutuhan masyarakat itu sendiri. Selanjutnya, karena masyarakat mempunyai ciri dan pengalaman yang berbeda-beda, hukum pun akan berbeda-beda pula dalam setiap masyarakat. Hal ini disebabkan masyarakat mempunyai kebutuhan-kebutuhan dan nilai-nilai yang berbeda-beda. Perkembangan dari masyarakat itu sendiri selanjutnya berkaitan dengan perubahan-perubahan hukum yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Sosiologi hukum mengkaji hukum yang hidup dalam masyarakat. Apakah hukum yang dipakai oleh anggota masyarakat tersebut sesuai atau tidak dengan hukum positif yang berlaku? Jika hukum positif tidak dijalankan, mengapa bisa demikian? Sebagai contoh kita perhatikan rambu lampu pengatur lalu lintas. Menurut aturan (hukum) lampu kuning hati-hati atau pelan-pelan karena sebentar lagi akan menyala lampu merah dimana kendaraan harus berhenti. Akan tetapi justru pada umumnya kita melihat ketika lampu kuning menyala, kendaraan pada umumnya tancap gas. Malah jika ada kendaraan yang pelan-pelan akan diklakson oleh kendaraan yang berada di belakangnya. Polisi juga tidak bereaksi pada kejadian tersebut. Ini menunjukkan bahwa hukum yang berlaku dalam masyarakat tidak sesuai dengan hukum positifnya. 

Ahli Ibadah yang Rugi



Ada seorang ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yang kuat sekali tahajudnya.
Hampir bertahun-tahun dia tidak pernah absen melakukan sholat tahajud.

Pada suatu ketika saat hendak mengambil wudhu untuk tahajud,
Abu dikagetkan oleh keberadaan sesosok makhluk yang duduk
 di bibir sumurnya. Abu bertanya,

 “Wahai hamba Allah, siapakah Engkau....????”

 Sambil tersenyum, sosok itu berkata;
 “Aku Malaikat utusan Allah”.

Abu Bin Hasyim kaget sekaligus bangga karena kedatangan tamu malaikat mulia.
Dia lalu bertanya,

“Apa yang sedang kamu lakukan di sini....??????”

 Malaikat itu menjawab,
 “Aku disuruh mencari hamba pencinta Allah.”

Melihat Malaikat itu memegang kitab tebal, Abu lalu bertanya;
“Wahai Malaikat, buku apakah yang kau bawa.....?????”

Malaikat menjawab;
“Ini adalah kumpulan nama hamba-hamba pencinta Allah.”

Mendengar jawaban Malaikat, Abu bin Hasyim berharap dalam hati
namanya ada di situ. Maka ditanyalah Malaikat itu.

 “Wahai Malaikat, adakah namaku di situ....????? ?”

Abu berasumsi bahwa namanya ada di buku itu, mengingat amalan ibadahnya
yang tidak kenal putusnya. Selalu mengerjakan shalat tahajud setiap malam,
Berdo’a dan bermunajat pd Allâh SWT di sepertiga malam.

 “Baiklah, aku buka,”
 kata Malaikat sambil membuka kitab besarnya. Dan, ternyata Malaikat itu tidak
 menemukn nama Abu di dalamnya. Tidak percaya, Abu bin Hasyim meminta
 Malaikat mencarinya sekali lagi.

“Betul … namamu tidak ada di dalam buku ini...!!!!”
Kata Malaikat.

Abu bin Hasyim pun gemetar dan jatuh tersungkur di depan Malaikat.
 Dia menangis se-jadi-jadinya.

 “Rugi sekali diriku yang selalu tegak berdiri di setiap malam dalam tahajud
   dan bermunajat … tetapi namaku tidak masuk dalam golongan para hamba
   pecinta Allah,”

ratapnya. Melihat itu, Malaikat berkata,
 “Wahai Abu bin Hasyim.....!!!! Bukan aku tidak tahu engkau bangun setiap malam
   ketika yang lain tidur … mengambil air wudhu dan kedinginan pada saat orang
   lain terlelap dalam buaian malam. Tapi tanganku dilarang Allâh menulis namamu.”

“Apakah gerangan yang menjadi penyebabnya....??????”
Tanya Abu bin Hasyim.

“Engkau memang bermunajat kepada Allâh, tapi engkau pamerkan dengan rasa
 bangga kemana-mana dan asyik beribadah memikirkan diri sendiri. Di kanan
 kirimu ada orang sakit atau lapar, tidak engkau tengok dan beri makan.
 Bagaimana mungkin engkau dapat menjadi hamba pecinta Allah kalau engkau
 sendiri tidak pernah mencintai hamba-hamba yang diciptakan Allâh..??? ?”
 kata Malaikat itu.

Abu bin Hasyim seperti disambar petir di siang bolong. Dia tersadar
hubungan ibadah manusia tidaklah hanya kepada Allâh semata (hablumminAllâh),
Tetapi juga ke sesama manusia (hablumminannâs) dan alam.
Semuga manfaat,  Amiiiin...
.
 Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak.

Rasulullah S.A.W bersabda :
"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada
(meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.
" (HR. Al-Bukhari)

Kisah Anak Majelis di Bawa ke Surga Oleh Iblis

KISAH ANAK MAJELIS DIBAWA KE SURGA OLEH IBLIS


Habib Umar Bin Muhammad Bin Hafidz Bercerita:


     Suatu Ketika Iblis tidak Senang dg seorang Murid,ia begitu dengki dg seorang murid yg Hidup nya dalam kebaikan.Rutinitas Seorang Murid Itu Menghadiri Majelis Gurunya Diantara Waktu Magrib Dan Isya. gurunya Mengajarkan dan mengingatkan Tentang Hubungan Dengan Allah SWT dengan Batin Mereka.Iblis yang Sangat dengki kepada sang Murid tersebut lalu mendatangi nya, Dengan Menyerupai Malaikat Iblis itu hendak mengajak seorang murid itu ke Surga. Kemudian Iblis dengan Kemampuan tipu daya nya Menggambarkan Keindahan Surga kepada si murid ini,Si murid ini merasa Terpesona dan takjub Melihat Keindahan Surga,maka berkatalah Iblis kepadanya: engkau dapat mengunjungi surga ini setiap ba'da Magrib, lalu Iblis mengembalikan sang murid ini pada tengah malam... Iblis mengajaknya pergi setelah waktu Antara magrib dan isya agar murid ini tak lagi Menghadiri Majelis Gurunya. Si Murid ini Sudah Tak lagi Menghadiri Majelis Gurunya yg Diadakan setiap antara Magrib Dan isya, lalu Gurunya menanyakan Kenapa ia tak hadir majelis, "mengapa Engkau tak menghadiri majelis ku lagi antara Magrib dan isya?"tanya gurunya.Muridnya Menjawab: pada waktu itu aku akan terus berhalangan, aku akan menghadri Majelis guru dilain waktu saja,tetapi di waktu magrib dan isya,aku sudah tidak bisa lagi."Sang Gurunya ini Memiliki kemampuan untuk membaca batinnya. apa alasan mu tak bisa menghadiri majelis ku lagi nak?" tanya GurunyaI. "ini Rahasia,Aku Sudah Berjanji Untuk Tidak Menceritakannya Kepada siapapun" kata si murid.Aku ini Guru mu,ceritakanlah kepadaku, maka Sang Murid Bercerita: Setiap Waktu antara Magrib dan isya. aku diajak Malaikat ke Surga.
           Gurunya adalah seorang Murobbi yg dapat mengetahui keadaan batin muridnya, ia mengetahui bahwa Iblis telah menipu anak didiknya dan yg mengajaknya itu bukanlah malaikat, tetapi Iblis, dan Guru nya tidak langsung menceritakan ini kepada muridnya,sebab dikawatirkan sang Murid akan membantahnya dan tak mempercayai gurunya tersebut,selama itu juga sang murid tersebut selalu berkhayal, maka berkatalah gurunya: Wahai Murid ku,Jika Orang itu mengajak mu kesurga lagi,maka janganlah Engkau mau keluar dari Surga, tinggalah engkau disana dan jangan mau keluar,surga itu tempat yg kekal
          Berkata Murid nya: tetapi aku takut. Gurunya berkata: Surga itu tempat kesenangan,bagaimana mungkin engkau ingin keluar lagi,ia tidak akan mencelakakan mu,yg kuinginkan engkau katakan kepadanya bahwa engkau ingin tetap disurga dan tak mau keluar lagi. Maka sang Murid menjalankan Perintah gurunya itu. Lalu datanglah Iblis diwaktu magrib untuk membawa sang murid ini ke suatu tempat yg katanya Surga, ia memandang pepohonan yg sangat indah disurga dan lain sebagainya, sudah waktunya ia mesti kembali, "mari kita pulang nak" kata iblis tersebut.murid itu menjawab: tidak mau,aku ingin tetap disurga, iblis pun membujuk nya agar ia pulang,tetapi Murid ini tidak mau, sehingga iblis pun meninggalkan nya sendirian.pada saat sang murid tetap pada khayalan nya, tibalah waktu fajar, lalu keindahan khayalan nya pun hilang,ia kaget ternyata ia ada diatas tumpukan sampah sampah diperkotaan, ia menyadari telah tertipu dengan Iblis. selama ini iblis membawanya ketempat kotor ,agar ia kehilangan majelis ilmu yg agung, majelis ilmu yang dapat meningkatkan derajat disisi Allah SWT. Maka ia menemui Guru nya itu sambil menundukkan kepalae, berkata Gurunya nya : engkau Baru Kembali dari Surga? Aku tau Iblis itu dengki dengan mu nak, jalan ini membersihkan mu(menghadiri majlis Ilmu) serta mensucikan batin mu untuk mengetahui tentang Allah SWT,dan ia tidak ingin seorang pun mencapai puncak itu,,maka ia menipu mu. Jika aku katakan padamu dr awal,engkau tidak akan percaya kepada ku,maka aku biarkan kmu agar melihat dg matamu sendiri...
apakah kamu akan mempercayai lagi tipuan seperti ini? inilah surga yg sesungguhnya wahai murid ku, menghadiri majlis IIlm. Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: jika kamu melewati taman surga,maka duduklah. lalu engkau mau duduk ke surga mana??? iblis membawa mu dr surga sesungguhnya ketempat sampah,dan mengatakan bahwasanya itu surga yg sebenarnya,,, ia ingin memutuskanmu dari kebaikan.mengajak mu ketempat yang hina.

Semoga cerita ini bermanfaat untuk pembaca blog saya untuk terus istiqamah dalam menuntut ilmu di majelis taklim dan jangan lupa di follow ya untuk pembaca blog saya, terimakasih.

Kisah di Balik Qasidah Busyrolana

Pada waktu itu kunjungan Abuyya Al Habib Muhammad bin Alwi Al Maliki (Allohu Yarham) pertama kali di Kwitang. Di saat itu masih ada Al Habib Ali bin Husein Al Athos (pengarang kitab Tajul A ros 2 juz). Di saat  Abuyya Al Habib Muhammad Al Maliki usai memberikan ceramahnya, Abuyya Al Habib Muhammad Al Maliki meminta kepada Al Habib Muhammad Al Habsyi (anak dari Al Habib Ali Al Habsy shohibul Majlis Kwitang) agar di perkenankan para muridnya menyenandungkan Qasidah Busyrolana. Disaat Qasidah di senandungkan tak henti hentinya Al Habib Ali bin Husein al athos yang pada waktu itu hadir dalam keadaan kurang sehat menangis terus dan Al Habib Ali bin Husein al athos di dalam tangisnya selalu menyebut-nyebut nama Rosululloh saw.
Saat selesai dibaca Qasidah, Al Habib Ali bin Husein Al athos  bersuara yang didengar oleh para Habaib dan Ulama' yang ada di depan Mimbar.Al Habib Ali bin Husein Al athos waktu itu berkata dengan bait Qasidah,Ya Rosulullohi Ji'na lii ziaroh Qosidina, Nartaji minkas syafa'ah, Indarrobil a'a'lamin "Wahai ROSULULLOH ﷺ kami datang untuk bermaksud ziarah, kami berharap darimu syafa'at kelak di hadapan Robbul A'lamin"
    Abuyya Habib Muhammad Al-Maliki pun bertanya pada Al Habib Ali bin Husein, apa gerangan yang membuatnya menangis dan tidak henti-hentinya menyebut nama ROSULULLOH ﷺ.Al Habib Ali bin Husein menjawab,"Aku tidak bisa menahan air mata ini kerana di hadapan aku ada ROSULULLOH ﷺ dan ROSULULLOH ﷺ bergembira dengan dibacakannya Qosidah tersebut (BUSYROLANA)." Al Fatehah ila Rukh Alhbb Ali bin husin Al athos wal Hbb abuya muhamad bin alwy almalikyPada waktu itu kunjungan Abuyya Al Habib Muhammad bin Alwi Al Maliki (Allohu Yarham) pertama kali di Kwitang. Di saat itu masih ada Al Habib Ali bin Husein Al Athos (pengarang kitab Tajul A ros 2 juz). Di saat  Abuyya Al Habib Muhammad Al Maliki usai memberikan ceramahnya, Abuyya Al Habib Muhammad Al Maliki meminta kepada Al Habib Muhammad Al Habsyi (anak dari Al Habib Ali Al Habsy shohibul Majlis Kwitang) agar di perkenankan para muridnya menyenandungkan Qasidah Busyrolana.Di saat Qasidah di senandungkan tak henti hentinya Al Habib Ali bin Husein al athos yang pada waktu itu hadir dalam keadaan kurang sehat menangis terus.Dan Al Habib Ali bin Husein al athos di dalam tangisnya selalu menyebut-nyebut nama Rosululloh saw.Saat selesai dibaca Qasidah, Al Habib Ali bin Husein Al athos  bersuara yang didengar oleh para Habaib dan Ulama' yang ada di depan Mimbar.Al Habib Ali bin Husein Al athos waktu itu berkata dengan bait Qasidah,Ya Rosulullohi Ji'na lii ziaroh Qosidina, Nartaji minkas syafa'ah, Indarrobil a'lamina"Wahai ROSULULLOH ﷺ kami datang untuk bermaksud ziarah, kami berharap darimu syafa'at kelak di hadapan Robbul A'lamin"
          Abuyya Habib Muhammad Al-Maliki pun bertanya pada Al Habib Ali bin Husein, apa gerangan yang membuatnya menangis dan tidak henti-hentinya menyebut nama ROSULULLOH ﷺ.Al Habib Ali bin Husein menjawab,"Aku tidak bisa menahan air mata ini kerana di hadapan aku ada ROSULULLOH ﷺ dan ROSULULLOH ﷺ bergembira dengan dibacakannya Qosidah tersebut (BUSYROLANA)." 

Demikian kisah dibalik qasidah Al Busyrolana, semoga bermanfaat untuk para pembaca blog saya jangan lupa di follow ya terimakasih.

Kisah Seorang tukang bangunan

.
```Alkisah Seorang tukang bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya
bekerja ikut pemborong.
.
Iapun bermaksud mengajukan pensiun karena ingin memiliki banyak waktu untuk keluarganya. Si Pemborong berkata, "Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat Anda bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun.Si tukang bangunan segera membangunnya. Karena kejar tayang, ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi. Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat.. 
Ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong. Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,"Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku."Terkejutlah tukang bangunan itu, ada rasa sesal kenapa rumah, yang akhirnya hendak ia tempati itu, dikerjakannya secara asal-asalan..
.
Saudaraku.. 
Ibadah yang kita kerjakan di dunia ini, tak lain adalah 'rumah' yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia.jangan sampai kelak kita menyesal
karena kita menempati rumah  yang kita bangun asal-asalan.
*..  jadikan hidupmu berarti.. ``

Gender dan ketidaksetaraan gender

Gender adalah perbedaan jenis kelamin berdasarkan budaya, di mana laki-laki dan perempuan dibedakan sesuai dengan perannya masing-masing yang dikonstruksikan oleh kultur setempat yang berkaitan dengan peran, sifat, kedudukan, dan posisi dalam masyarakat tersebut. Seks atau jenis kelamin merupakan perbedaan antara laki-laki dengan perempuan berdasarkan ciri biologisnya. Manusia yang berjenis kelamin laki-laki adalah manusia yang bercirikan memiliki penis, memiliki jakala (kala menjing), dan memproduksi sperma. Perempuan memiliki alat reproduksi seperti rahim dan saluran untuk melahirkan,memproduksi telur, memiliki vagina, dan memiliki alat menyusui(Mansour Fakih, 2008: 8).
 Pembedaan laki-laki dengan perempuan berdasarkan sex atau jenis kelamin merupakan suatu kodrat atau ketentuan dari Tuhan. Ciri-ciri biologis yang melekat pada masing-masing jenis kelamin tidak dapat dipertukarkan. Alat-alat yang dimiliki laki-laki maupun perempuan tidak akan pernah berubah atau bersifat permanen. konsep gender, pembedaan antara laki-laki dengan perempuan berdasarkan konstruksi secara sosial maupun budaya. Perilaku yang menjadi identitas laki-laki maupun perempuan dibentuk melalui proses sosial dan budaya yang telah diperkenalkan sejak lahir. Ketika terlahir bayi laki-laki maka orang tua akan mengecat kamar bayi dengan warna biru, dihiasi dengan gambar mobil-mobilan dan pesawat, serta memberikannya mainan seperti bola, robot-robotan, dan tamia. Apabila terlahir bayi perempuan maka orang tua akan mengecat kamar bayinya dengan warna merah jambu, menghiasinya dengan gambar hello kitty, dan menyiapkan boneka-boneka lucu untuk putrinya. sosial budaya selalu mengalami perubahan dalam sejarah, gender juga berubah dari waktu ke waktu, dari satu tempat ke tempat lainnya karena dikonstruk oleh masyarakat itu sendiri.Sementara jenis kelamin sebagai kodrat Tuhan tidak mengalami perubahan dengan konsekuensi-konsekuensi logisnya (Elfi Muawanah, 2009: 8).
     Feminimitas seorang perempuan ditunjukkan dengan karakter yang lembut, rendah hati, anggun, suka mengalah, keibuan, lemah, dan dapat memahami kondisi orang lain. Apabila sifat-sifat positif ini banyak ditinggalkan oleh seorang wanita, atau bahkan tidak dimilikinya, maka wanita yang bersangkutan dikatakan sebagai wanita yang tidak menarik (Heniy 
Astiyanto, 2006: 310).
      Ketidaksetaraan gender juga disebabkan oleh adanya sikap bias gender yang didasarkan pengetahuan-pengetahuan masyarakat yang memiliki kecenderungan bersifat tidak adil gender. Kultur sosial budaya yang ada menempatkan perempuan pada kelas kedua, perempuan lebih banyak didominasi oleh kaum laki-laki. Budaya hegemoni patriarkhi menempatkan laki-laki sebagai pemimpin dalam keluarga, organisasi, maupun politik, sehingga partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan masih relatif rendah. Kurangnya kesempatan yang dimiliki perempuan untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan atau bahkan menjadi pemimpin dari suatu organisasi, membuat perempuan lebih memilih bersikap pasif.
         ketidakadilan gender masih terjadi dalam setiap pengambilan keputusan, kepengurusan, maupun kepemimpinan dalam Organisasi Himpunan Mahasiswa Mesin. Pengaruh budaya patriarkhi yang menempatkan perempuan sebagai pengurus dan penanggung jawab dalam pekerjaan domestik, membuat perempuan dalam organisasi cenderung ditunjuk sebagai sie konsumsi, bendahara, sekretaris, dan posisi lain yang mengacu pada sektor domestik. Kebijakan-kebijakan ini tentu dapatmelanggengkan ketidaksetaraan gender dalam masyarakat yang menganut 
hegemoni patriarki

Nasionalisme

Nasionalisme merupakan suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Nasionalisme sangat dibutuhkan bagi seluruh warga negara Indonesia, karena paham inilah yang dapat menjaga keutuhan negara. Rasa persatuan dan kesatuan hanya dapat terwujud ketika seluruh masyarakat memiliki rasa nasionalisme yang kuat. Tanpa memiliki rasa etnosentris yang berlebihan yang dapat memicu perpecahan. Namun sifat kedaerahan tersebut melebur menjadi satu dibawah payung nasionalisme.
Kami menyoroti nasionalisme kaum muda karena nasionalisme golongan mudalah yang saat ini sedang mengalami ancaman. Golongan muda sebagai penerus bangsa diharapkan memiliki rasa nasionalisme. Namun sebaliknya globalisasi dan westernisasi sangat mengancam nasionalisme golongan muda.
Semua ancaman tersebut harus dapat diminimalisir dengan berbagai cara. Karena bila dibiarkan secara terus menerus, dapat menggerus nasionalisme golongan muda dan hal itu dapat mengancam eksistensi NKRI.Nasionalisme
Nasionalisme berasal dari kata nation (Inggris) dan natie(Belanda), yang berarti bangsa. Bangsa adalah sekelompok masyarakat yang mendiami wilayah tertentu dan memiliki hasrat serta kemampuan untuk bersatu, karena adanya persamaan nasib, cita-cita, dan tujuan.
Pengertian nasionalisme yang dihubungkan dengan perasaan kebangsaan telah dijelaskan oleh pemikir-pemikir seperti Joseph Ernest Renan (1823-1892) danOtto Bouwer (1882-1939). J.Ernest Renan yang menganut aliran nasionalisme yang didasarkan faktor kemanusiaan, mengemukakan bahwa munculnya suatu bangsa karena adanya kehendak untuk bersatu (satu suara persatuan). Sedangkan Otto Bouwer mengungkapkan bahwa perasaan kebangsaan timbul karena persamaan perangai dan tingkah laku dalam memperjuangkan persatuan dan nasib bersama. Keduanya berpendapat bahwa nasionalisme timbul karena faktor kemanusiaan, tetapi keduanya memberikan tekanan yang berbeda. Pertama, J. Ernest Renan menekankan faktor persamaan nasib, sedangkan Otto Bouwer menggariskan faktor persamaan nasib. Kedua, dengan perbedaan tekanan maka kesimpulan tentang nasionalisme juga berbeda. Menurut J. Ernest Renan, suatu bangsa timbul karena dorongan kemauan (contohnya bangsa Amerika Serikat); sedangkan Otto Bouwer, suatu bangsa timbul karena pengalaman penderitaan, kesengsaraan, dan kepahitan hidup yang sama. Contoh seperti nasionalisme di negara-negara Asia dan Afrika; timbul akibat persaman nasib sebagai bangsa yang terjajah.
Sedangkan Hans Kohn (1986), menyatakan bahwa nasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan. Slamet Mulyana (1986) menyatakan bahwa nasionalisme adalah manifestasi kesadaran berbangsa dan bernegara atau semangat bernegara. Sejarawan Indonesia, Sartono Kartodirdjomenjelaskan nasionalisme sebagai fenomena historis timbul sebagai jawaban terhadap kondisi-kondisi  historis, politis, ekonomi, dan sosial tertentu. Nasionalisme dalam taraf pembentukannya seperti masa-masa Pergerakan Nasional dihubungkan dengan unsur-unsur subjektif. Unsur-unsur itu dapat dilihat dengan adanya istilah-istilah: group counsciousness, we-sentiment, corporate will dan bermacam-macam fakta mental lainnya. Pada taraf ini nasionalisme belum memasukkan unsur-unsur objektif seperti territorial (wilayah), negara, bahasa, dan tradisi bersama.
Nasionalisme (dalam arti modern) untuk pertama kalinya muncul di Eropa pada abad ke-18. Lahirnya paham nasionalisme ini diikuti dengan terbentuknya negara-negara nasional atau negara kebangsaan. Pada mulanya terbentuknya negara kebangsaan dilatarbelakangi oleh fakor-faktor objektif seperti: persamaan keturuan, bahasa, adat-istiadat, tradisi, dan agama. Akan tetapi kebangsaan yang dibentuk atas dasar paham nasionalisme lebih menekankan kamauan untuk hidup bersama dalam negara kebangsaan. Sejalan dengan ini maka, rakyat Amerika Serikat tidak menyatakan bahwa mereka harus seketurunan untuk membentuk suatu negara, sebab disadari bahwa penduduk Amerika Serikat terdiri atas berbagai suku bangsa, asal-usul, adat-istiadat, dan agama yang berbeda. Begitu pula yang terjadi di Indonesia, masyarakat Indonesia menyadari bahwa negaranya terbentuk dari berbagai individu yang memiliki latar belakang yang berbeda, mereka berkumpul dan bersatu. Maka dari itu Indonesia disebut juga negara multikultur.
Dari beberapa pengertian nasionalisme diatas, maka dapat disimpulkan nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Kepercayan, sistem pemerintahan Bangsa inca, Bangsa Maya, bangsa Aztec dan peradaban india kuno

1   Kepercayaan dan sistem pemerintahan Bangsa Inca, bangsa maya dan bangsa Aztec Kepercayaan Bangsa Inca: Masyarakat Inca perca...